Q&A Festival Arsip

Tanya Jawab dengan Panitia Festival Arsip IVAA

Pewawancara: Martinus Danang (Peserta Magang IVAA)

Nama: Elia Nurvista
Tempat, Tanggal Lahir: Yogyakarta, 24 Januari 1983
Alamat: Perumahan Griya Surya Asri I blok G/3 Yogyakarta
Jabatan Panitia: Koordinator Program Edukasi Publik

  • Bagaimana persiapan dari Festival Arsip sejauh ini?
    Sejauh ini berjalan lancar, ya paling ada satu dua kendala adalah hal yang wajar tarik ulur kerja bersama orang-orang yang terlibat di satu perhelatan kan wajar dan justru dari situ kita bisa belajar bekerja dengan tim.
  • Bagaimana konsep yang ingin panitia tunjukkan dalam Festival Arsip?
    Yang ingin ditunjukan dalam festival bertajuk “Kuasa Ingatan” ini adalah pentingnya praktik pengarsipan di mana dari situ kita bisa melihat banyak hal lain; misal politik dan etika pengarsipan. Proses membaca arsip itu kan tidak lepas dari soal memilih dan membuang, mana yang penting dan mana yang tidak penting tergantung visi dan misi. Lewat festival inilah harapannya kita bisa membicarakan potensi praktik pengarsipan beserta dinamika-dinamika dan problemnya, yang semoga berguna baik untuk IVAA sendiri maupun pengarsip lain serta publik yang turut menggunakan arsip-arsip.
  • Apakah ada yang istimewa dari pagelaran Festival Arsip ini dibandingkan dengan festival yang lainnya?
    Mungkin tidak ada yang begitu istimewa tapi perlu dicatat bahwa festival ini penting! Pentingnya ya itu tadi, politik pengarsipan yang jelas dan punya visi misi akan membentuk identitas yang juga jelas. Selain itu  problem kurangnya ketersediaan arsip-arsip kita, sebagai negara bekas jajahan, misalnya lalu dari sini apa yang bisa kita lakukan bersama. Misal kita bisa mendefinisikan bersama-sama apa yang kemudian kita anggap sebagai arsip, yang secara umum masih banyak dibayangkan berupa sesuatu yang sangat tekstual.
  • Mengapa memilih arsip sebagai media untuk festival?
    Banyak yang bilang kerja-kerja pengarsipan adalah kerja yang sunyi dan tidak butuh di-spotlight, sehingga mungkin tidak banyak diapresiasi. Maka festival ini adalah salah satu cara menghargai kerja pengarsipan dan membawanya ke publik yang lebih luas.
  • Apa yang ingin dicapai dari Festival Arsip ini?
    Ada 2 hal yang ingin dicapai dalam Festsip ini. Minimal adalah menunjukan pentingnya kerja-kerja pengarsipan beserta dinamika didalamnya. Selain itu juga untuk saling mengenal, berjejaring, saling berbagi pengetahuan untuk orang-orang yang melakukan pengarsipan dalam berbagai skala dan jenisnya, juga saling kritis agar kerja pengarsipan semakin baik. Yang kedua, tujuan terbesar dari pameran arsip adalah agar publik bisa tergerak akan potensi arsip dan kemudian menggunakannya untuk berbagai kebutuhan dan pengetahuan.
  • Mengapa masyarakat perlu untuk datang ke acara ini?
    Pertama karena kita bisa melihat potensi arsip, misalnya dalam pameran utama di mana ada banyak karya seni yang berbasis arsip. Kemudian dari situ kita bisa bersama-sama belajar soal arsip, mulai dari mendefinisikan arsip hingga membayangkan dan berimajinasi fungsi pengarsipan dalam kehidupan kita.
  • Mengapa masyarakat perlu tahu tentang arsip?
    Arsip adalah sesuatu yang sangat dekat dengan sejarah. Dengan belajar sejarah, baik sejarah yang besar maupun dengan narasi kecil dan personal, tentunya kita bisa mengenal diri kita lebih baik. Bagaimana hal-hal yang mikro selalu menjadi bagian dari sejarah makro.
  • Apa pentingnya arsip seni budaya?
    Arsip seni dan budaya adalah sesuatu yang tertinggal dan tercatat dari peristiwa seni budaya. Pentingnya arsip ini ya tentu saja bisa kita jadikan alat belajar mulai dari hal yang besar seperti bagaimana dinamika seni budaya kita berjalan dari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi, hingga narasi kecil yang membentuk diri kita sekarang.
  • Ada apa dengan arsip seni budaya selama ini?
    Arsip seni dan budaya kita sangat banyak, meskipun saya dengar-dengar juga bahwa masih banyak peristiwa seni budaya yang tidak ada arsipnya, atau catatan-catatan tentangnya. Mungkin dulu praktek pengarsipan belum dianggap penting. Lalu dari arsip yang banyak itu, problem yang sering terdengar adalah arsip yang terbengkalai, tidak tahu mau diapakan, serta tidak tau ingin ditampilkan ke publik seperti apa. Dengan terus menerus menguji coba kerja-kerja pengarsipan, termasuk dengan menggunakannya kembali, saya pikir kita sedang bersama membenahi dan mencari bentuk yang ideal, yang tentu saja bukan kerja yang jangka pendek dan segera terlihat hasilnya.
  • Acaranya apa saja dari Festival Arsip ini dan tujuannya apa saja dari masing-masing acara?
    Ada Pameran Arsip dimana kita bisa melihat kerja-kerja artistik atau karya berbasis arsip, yang tujuannya agar publik bisa tergerak akan potensi arsip dan kemudian menggunakannya untuk berbagai kebutuhan dan pengetahuan. Ada Seminar Internasional di mana menjadi wadah untuk membicarakan isu-isu termutakhir dalam praktek pengarsipan secara akademis. Ada Pameran Komunitas sebagai tempat bertemu, berjejaring, dan belajar bersama para pelaku pengarsipan dari berbagai skala, institusi, dan bidang.

Artikel ini merupakan bagian dari Rubrik Festival Arsip dalam Buletin IVAA Juli-Agustus 2017.