BULETIN IVAA DWI BULANAN | JULI-AGUSTUS 2019

Kerja Manajerial, Kerja Kemanusiaan Salam hangat pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini dapur redaksi IVAA mengulik jenis pekerjaan yang cukup akrab di semesta penyelenggaraan acara maupun peristiwa kebudayaan, yakni soal apa yang disebut sebagai pekerjaan manajerial dalam bidang seni budaya, singkatnya sering disebut dengan manajemen seni. Pada awal penyusunan draft, kami menggunakan istilah manajemen seni, […]

SOROTAN DOKUMENTASI | JULI-AGUSTUS 2019

  Ada 6 figur yang kami ulas dalam konteks membicarakan kerja-kerja manajerial seni-budaya. Mereka adalah Anggi Minarni, Yustina Neni, Riesmiliyana Wijayanti, Godod Sutedjo, Trisni Rahayu, dan Halim HD. Bukan maksud untuk menjadikan mereka sosok paling utama dari para pekerja (manajer) seni lainnya, tetapi ini didasarkan atas pertimbangan ragam metode kerja dan keberangkatannya yang layak dibagikan […]

Hidup Bersama dalam Problem Ruang Publik Kota

  oleh Hardiwan Prayogo dan Santosa Werdoyo Lahir di Makassar dan menetap di Yogyakarta semenjak menjadi mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada. Pada 1992 Anggi Minarni menjadi direktur Yayasan Karta Pustaka, sebuah lembaga seni-budaya Indonesia-Belanda yang memiliki tiga visi: mempererat persahabatan Indonesia-Belanda melalui budaya, mendukung kegiatan pendidikan masyarakat melalui budaya, dan mendorong upaya-upaya pelestarian […]

Kerja Manajerial itu juga Kerja Kemanusiaan

  oleh Krisnawan Wisnu Adi dan Sukma Smita Grah Brillianesti Bu Neni. Begitulah sapaan akrab yang kerap ditujukan untuk memanggil Yustina Neni Nugraheni, salah satu orang lawas di skena ‘manajemen seni’ di Yogyakarta. Wanita kelahiran Yogyakarta, 16 Juni 1969 ini mulai aktif di skena kesenian sejak ia menempuh studi di Jurusan Sastra Prancis, Universitas Gadjah […]

Ngopeni Seni, Ngopeni Tubuh

  oleh Sukma Smita Grah Brillianesti Tegas dan bertangan dingin! Itulah kesan yang selalu terlihat pada sosok perempuan yang akrab dipanggil Mbak Ries. Mulai bekerja secara formal sebagai pengelola ruang seni pada 2008 di Tembi Contemporary, Rismilliana Wijayantimerupakan seorang manajer seni yang telah banyak mengampu berbagai kegiatan seni baik di dalam maupun luar negeri. Mantan […]

Mekanis Sekaligus Laku Prihatin

  oleh Hardiwan Prayogo dan Krisnawan Wisnu Adi Siapa pelopor pasar seni di Yogyakarta? Pertanyaan tersebut menggiring kami kepada satu nama, Godod Sutedjo. Tidak berawal di Yogyakarta, kiprah Godod di skena pasar seni justru bermula dari Jakarta. Ia adalah koordinator seniman di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara dari 1975 hingga 1990. Entah suatu kebetulan atau […]

Fasilitasi sebagai Panglima Kerja Pengelolaan: Ngobrol Santai dengan Mbak Yayuk 

  oleh Lisistrata Lusandiana Trisni Rahayu atau Mbak Yayuk ialah salah seorang yang langsung saya ingat ketika mendiskusikan kerja pengelolaan peristiwa atau acara seni budaya. Kiprahnya barangkali tidak banyak dilihat. Untuk itulah, pencatatan sederhana yang dilakukan oleh tim IVAA ini punya intensi menggarisbawahi berbagai potensi pengetahuan berbasis pengalaman yang sudah mendarah daging di tubuh-tubuh para […]

Dokumentasi Wawancara dengan Halim HD

  Video berikut adalah dokumentasi wawancara antara Arham Rahman dan Akiq Aw. dengan Halim HD di Studio Plesungan, Surakarta, Jawa Tengah. Wawancara dilakukan sebagai bagian dari Festival Arsip IVAA 2017.  Halim Hardja atau Halim HD atau Liem Goan Lay merupakan seorang pemerhati kebudayaan, penulis, kritikus sastra, dan networker yang akrab dengan kerja-kerja manajemen seni. Sejak […]

Sekolah (bukan) Arsitektur

  oleh Vicky Ferdian Saputra dan Muhammad Ziauddin Rosyad Arroyhan Jaringan ugahari bersama Lembaga Studi Realino, KUNCI Cultural Studies, Indonesian Visual Art Archive (IVAA), dan Galeri Lorong beberapa waktu yang lalu menyelenggarakan sebuah workshop penulisan kritis arsitektur bertajuk “SEKOLAH (BUKAN) ARSITEKTUR: Teks dan Konteks Ruang Hampa Arsitektur Indonesia”. Workshop ini diselenggarakan di ruang kelas Lembaga […]

SOROTAN PUSTAKA | JULI-AGUSTUS 2019

  Selama 2 bulan, Juli-Agustus 2019, perpustakaan IVAA melakukan inventarisasi pustaka. Material-material tersebut adalah hibah dari Akademi Samali (269 komik), Singapore Art Museum (6 buku) serta oleh-oleh anjangsana tim IVAA di Pontianak, Filipina dan Myanmar (17 buah). Inventarisasi ini dikerjakan dengan bantuan rekan-rekan magang, yakni Roy, Vicky, dan Ratri. Selain inventarisasi, peminjaman juga tetap berlangsung. […]

SHARE MEDIA

Facebook
Email
LinkedIn
X / Twitter
Telegram
WhatsApp