“Wang Sinawang: Sesrawungan”

“Wang Sinawang: Sesrawungan”
16-30 November 2016
Di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), Yogyakarta

Acara ini lebih menyerupai festival seni budaya tinimbang pameran seni rupa. Di dalamnya ditampilkan berbagai pertunjukan wayang, teater, musik, pameran karya seni, maupun artefak keagamaan dan kebudayaan. Ada 6 komunitas seni yang dilibatkan di dalama acara ini, mewakili 6 agama yang ada di Indonesia, antara lain Buddha Maitreya, Khilafah Arts Network (KHAT), Khonghucu, Sanggar Seni Budaya Bhuana Alit, Narayana Smrti Ashram, dan Seni Rupa Kristen Indonesia (Seruni). Selain pameran dan pertunjukan, pada rangkaian acara ini juga diadakan serangkaian presentasi dari keenam komunitas, serta satu diskusi yang menjadi penutup rangkaian acara Wang Sinawang Sesrawungan. Acara yang diinisiasi oleh PKKH UGM ini membahas persoalan pluralisme di Indonesia. Akhir-akhir ini kita cenderung berusaha menutup-nutupi perbedaan dan mencari titik persamaan dengan tujuan menghindari konflik. Namun justru dengan demikian masyarakat menjadi tidak terbiasa melihat adanya perbedaan. Menjadi menarik perhatian (kalau tidak dibilang mengundang kontroversi) ketika KHAT dipilih untuk mewakili unsur agama Islam di dalam perhelatan ini, mengingat bahwa KHAT adalah komunitas yang dikenal aktif mengkampanyekan khilafah atau negara Islam, yang sebetulnya bila dicermati prinsipnya bertentangan dengan Pancasila.

ba

diskusi

pembukaan

|klik disini untuk melihat dokumentasi video|