Sorotan Pustaka | November – Desember 2016

2016-international-symposium-on-art-archives

1. 2016 International Symposium on Art Archives
Katalog
28 Halaman
Penerbit: National Taiwan University of Arts
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Chinese / English

Terbitan ini merupakan buklet yang berisi daftar para pemateri serta urutan acara International Symposium on Art Archives 2016 (ISOAA 2016) yang diselenggarakan di Taiwan pada 10-11 November yang lalu. Simposium internasional ini diselenggaakan oleh National Taiwan University of Arts dan bekerjasama dengan Kementrian Kebudayaan Taiwan. Para pembicara dalam simposium tersebut adalah para arsiparis yang mewakili institusi ataupun pelaku arsip individu (pengumpul arsip), serta para ahli arsip kebudayaan yang berprofesi sebagai peneliti, dosen, maupun perwakilan dari museum. Selain negara penyelenggara yakni Taiwan, di dalam simposium ini dihadirkan perwakilan dari berbagai negara antara lain Kamboja, Singapura, Indonesia, Prancis, Swis, dan Amerika Serikat.

2. Taiwan Annual #1taiwan-annual-2016
Katalog
383 Halaman
Penerbit: Association of the Visual Arts in Taiwan (AVAT)
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Chinese / English

Sejak berdiri pertama kali pada tahun 2001, Association of the Visual Arts in Taiwan (AVAT) telah mengorganisir ARTIST FAIR dan membuatnya menjadi platform pameran alternatif untuk para seniman individu dan bukan seperti model galeri-galeri yang kita biasa lihat pada pameran biasanya. Ketika mereka merayakan peringatan hari jadi ke-15 tahun, mereka  mengganti nama itu dan membuatnya menjadi TAIWAN ANNUAL, sebuah pembeda bagi tren seni kontemporer yang biasanya menamai pameran internasional dengan nama “biennale” atau “trienniale”.

Pada edisi terakhir ARTIST FAIR tahun 2015, mereka telah memetakan sebuah masa depan berkesenian bagi Taiwan Annual: sesi “art project call for proposals”, mereka sangat terbuka bagi projek pameran free-style untuk lebih mempromosikan eksplorasi seni kontemporer. Mereka juga menaikkan jumlah proposal yang diterima dalam “Curators Program” dan “Cinema” untuk mendorong para kurator lokal supaya lebih semangat berkarya.

3. Betbetween-declararions-and-dreamsween Declaratios and Dreams: Art of Southeast Asia since the 19th Century
Katalog
291 Halaman
Penerbit: National Gallery Singapore
Tahun Terbit: 2015
Bahasa: English

Katalog ini berisi kumpulan karya seni rupa di Asia Tenggara. Katalog bertajuk “Between Declarations and Dreams” ini berisi perjalanan sejarah negara-negara di Asia Tenggara dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga paska kemerdekaan. Katalog ini mencoba melihat konsep dari seni itu sendiri di kawasan Asia Tenggara, tentang bagaimana mereka membagi pengalamannya dan terkoneksi satu sama lain. Bagaimana kita melihat kejadian yang mempengaruhi produksi dan bagaimana seni disambut. Katalog yang diterbitkan tahun 2015 oleh National Gallery Singapore ini berisi 4 tulisan kuratorial setebal 291 halaman.

skripta-vol-4

4. Skripta Volume 04/Semester 2/2016
Jurnal
74 Halaman
Penerbit: Soap (Study on Art Practices)
Tahun Terbit:  Volume 04/Semester 2, 2016
Bahasa: Bahasa Indonesia

Jurnal Skripta edisi ke empat ini mengemukakan perihal praktik kuratorial dan perkembangan wacana di sekitarnya. Terdiri dari empat esai. Esai pertama, yang ditulis oleh Arham Rahman, mengulik soal tradisi kritik seni yang salah satunya melahirkan kurator. Serta dijelaskan bagaimana terjadinya pergeseran tradisi kritik, dari kritik seni ke kritik kuratorial. Esai kedua yang ditulis oleh Irham Anshari mengenai kelindan wacana pasar seni dan politik pendanaan yang sering kali luput dibicarakan oleh kurator atau seringkali sengaja dibuat absen dari wacana kekuratoran. Sementara esai ketiga yang ditulis oleh Lisistrata Lusandiana merupakan pembacaan teks kuratorial beberapa pameran bertema gender, yang biasanya diikuti oleh sekelompok seniman perempuan. Melalui pembacaan yang ditempatkan dalam frame perjuangan identitas gender, beberapa teks tersebut justru menunjukkan ketidakmampuannya lepas dari jebakan esensialisme identitas. Pada esai terakhir, Sita Magfira mengulas soal fenomena kemunculan kurator dan kondisi kultural yang membuatnya semakin berkembang. Keunikan kondisi kultural di Indonesia inilah yang diulas. Mulai dari kemunculan forum-forum kurator muda, lokakarya dan pelatihannya serta model kerja kurator yang juga beragam dan dekat dengan eksperimentasi.

galeri-edisi-20

5. GALERI Media Komunikasi Galeri Nasional Indonesia No. 20
Majalah
96 Halaman
Edisi: 20/2016
Penerbit: Galeri Nasional Indonesia
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Indonesia

Majalah Galeri edisi 20 ini memberitakan keberlangsungan WCF (World Culture Forum) 2016 ke-2, yang dihelat di bulan Oktober silam di Bali. WCF 2016 terdiri dari berbagai acara yaitu seminar, kunjungan wisata, karnaval, pertunjukan kesenian, mural dan lukisan, serta reproduksi karya dua maestro Indonesia Raden Saleh dan Affandi. Sementara di rubrik selanjutnya, tersaji laporan soal Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2016 yang diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, yang melibatkan sekitar 80 pelajar dan mahasiswa serta berbagai komunitas di Manado. Ulasan soal Pameran 100 Tahun Otto Djaya pada bulan September hingga Oktober lalu juga dihadirkan di sini. Dalam ulasan tersebut juga disebutkan bahwa pameran tersebut berhasil menghadirkan 171 lukisan Otto Djaya.

Pada bagian selanjutnya terdapat ulasan yang menengahkan soal sudut pandang romantik dalam lukisan-lukisan Basoeki Abdullah dan Fernando Amorsolo. Sudut pandang romantik yang ditemukan dari keduanya didapat karena adanya perubahan lingkungan di istana negara, dari istana negara yang ekslusif menjadi lebih inklusif dengan berbagai sentuhan kultural. Sementara di Bangkok, Raja menurunkan puluhan lukisan karya seniman Eropa yang ada di Istana Popporo, Istana Chakri, Istana Chitralada, serta gedung pemerintahan Ananda Samakhom. Menariknya, semua lukisan itu kemudian diganti dengan karya karya Basoeki Abdullah (1915-1993). Pemasangan lukisan-lukisan Basoeki tersebut dipertahankan sampai raja yang dicintai rakyatnya ini mangkat beberapa waktu lalu.

Selebihnya masih ada beberapa rubrik menarik yang mengulas dinamika seni budaya di berbagai tempat dengan skala yang juga beragam.