Bedah Buku “Karya-karya Sugiarti Siswadi”

Oleh: Tiatira Saputri

Jumat 9 September 2016 yang lalu di KKF (Kedai Kebun Forum) diadakan bedah buku sebagai bagian dari rangkaian kegiatan diskusi Buku Andalan dengan materi buku “Karya-karya Sugiarti Siswadi” yang ditulis oleh Fairuzul Mumtaz dari karya-karya Sugiarti Siswadi yang berhasil ia kumpulkan. Bedah buku dimulai dengan pembacaan Anindita S. Thayf mengenai karya-karya Sugiarti Siswadi periode 40-50-an yang terekam dalam buku tersebut. Satu ciri yang ditemukan oleh Anindita ketika membaca karya Sugiarti dan membandingkannya dengan penulis LEKRA lainnya adalah penyampaian pesan yang dibawakan dengan cara mengolah intuisi serta nurani kemanusiaan pembaca melalui refleksi tokoh dalam cerita. Menurut Anindita dari sinilah sisi feminin Sugiarti bisa dirasakan selain eksplorasi sudut pandangnya terhadap perempuan dan anak-anak yang begitu kental. Sementara Katrin Bandel lebih menyoroti buku “Karya-karya Sugiarti Siswadi” ini sebagai satu produk penting untuk memperkenalkan sejarah kita, khususnya dengan adanya wujud asli dari karya-karya penulis tersebut. Karena dengan demikian kita bisa melihat dan menimbang sendiri melalui perspektif masing-masing mengenai kebenaran sejarah dan kondisi yang dituduhkan pada LEKRA saat itu. Dari kumpulan karya tersebut kita juga bisa melihat bagaimana bentuk serta pola penulisan pada negara yang baru saja merdeka. Di mana didalamnya terdapat pesan-pesan berupa revolusi fisik, mental, serta pengetahuan yang sering kali disampaikan melalui refleksi atau evaluasi penulis secara personal. Dan berita baiknya, Fairuz menemukan beberapa karya lagi, sehingga koleksinya menjadi 18 cerpen, 8 puisi, dan 3 karya terjemahan. Semoga saja semakin banyak karya yang ditemukan, sehingga kita pun memiliki kesempatan untuk menelusuri karya-karya Sugiarti Siswadi dan memahami sejarah kita dari sana.