SIGI: Hibah Penelitian IVAA Contemporary Art Studies – Periode 2 2026

Pengantar Indonesian Visual Art Archive (IVAA) merupakan organisasi nirlaba yang berkembang dari Yayasan Seni Cemeti (1995-2007). Dibentuk pada April 2007, IVAA menggerakkan unsur-unsur pengumpulan dan eksplorasi arsip, sekaligus fasilitasi penelitian melalui daring dan ruang fisiknya di Yogyakarta IVAA adalah penerus dari gagasan ruang alternatif yang menandai dinamika seni kontemporer pascareformasi. Berangkat dari tafsir atas kebutuhan […]

Amos Ursia – Yang Muda, yang Berbahaya-Studi Awal Tentang Konsep “Muda” dalam Manifesto, Teks Kuratorial, dan Kritik Seni, 1974-2014

Melalui studi awal ini, Amos Ursia menilisik arsip-arsip koleksi IVAA untuk membuka kembali perdebatan tentang makna “muda” dalam sejarah seni rupa kontemporer Indonesia. Dari manifesto hingga kritik seni, “muda” bukan sekadar usia, melainkan strategi estetik dan politik untuk mengguncang tatanan dan menunjukkan spirit zaman. Hari ini, ketika label emerging dan established semakin menegaskan jarak, bagaimana seniman […]

Pusat Sejarah dan Etika Politik (PUSdEP) – Kisah Hidup Keluarga Mia Bustam: Dokumentasi Lived Experience Anak-Anak Mia Bustam

Berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh Pusat Sejarah dan Etika Politik Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma, kisah keluarga Mia Bustam membuka ruang refleksi tentang bagaimana ingatan personal dapat menantang narasi besar sejarah Indonesia. Mia Bustam (1920–2011) bukan hanya seniman dan aktivis yang dipenjara selama 13 tahun karena keterlibatannya di Seniman Indonesia Muda dan Lekra, tetapi juga seorang ibu yang menulis memoar […]

Yogie Mofun – Becoming Rap: Eksperimentasi Gerak Musik Anak Muda di Kota Ambon

Seperti apa dinamika dan proses “menjadi” dalam skena rap di kota Ambon, Maluku, hari ini? Rap di Ambon bukan sekadar musik ia adalah cara anak muda menegosiasikan ruang, tubuh, dan suara di tengah sistem yang sering menyingkirkan mereka. Lewat riset etnografi dan pengalaman personalnya bersama grup Mata Dewa Santa, Yogie Mofun menelusuri bagaimana rap menjadi arena eksperimentasi budaya, […]

M. Roby Septiyan – Dinamika Turba Lekra di Jawa Barat: Jejak Komitmen Sosial dan Eksperimen Kebudayaan dalam Gejolak Sosial-Politik

Bagaimana jejak seni progresif di Jawa Barat bisa hilang dari ingatan kolektif, padahal pernah berpihak pada rakyat? Melalui riset “Dinamika Turba Lekra di Jawa Barat: Jejak Komitmen Sosial dan Eksperimen Kebudayaan dalam Gejolak Sosial‑Politik”, M. Roby Septiyan menelusuri arsip‑arsip, laporan konferensi, wawancara dengan para penyintas, hingga relief batu karya Tb. Chutbani dan Unu Pandi yang […]

Enrico Halim – Tatanan Pasca-Tradisional di dalam Biennale Jogja X: Sebuah Refleksivitas atas Tradisi di dalam Masyarakat Seni Kontemporer Yogyakarta

Biennale Jogja X (2009) mengubah kota menjadi panggung publik: lebih dari 300 seniman, ruang‑ruang sehari‑hari yang mendadak menjadi arena pertemuan seni dan publik. Semangat Jogja Jamming menjadikan seni bagian dari keseharian, bukan sekadar tontonan. Dalam risetnya, Enrico Halim membaca BJX lewat lensa pasca‑tradisional: tradisi tidak dimakamkan, melainkan direlasikan ulang; ia dibebaskan dari beban nostalgia agar […]

SHARE MEDIA

Facebook
Email
LinkedIn
X / Twitter
Telegram
WhatsApp