Stay Safe, Stay Tune

Satu hal yang jelas di tengah ketidakjelasan situasi ini adalah jauhi keramaian. Ada yang bekerja dan belajar di rumah, namun ada pula yang terpaksa tetap beraktivitas di luar dengan segala keterbatasan. Kadar kebosanan jadi membuncah. Untuk itu, tim redaksi IVAA memberi rekomendasi koleksi arsip video yang dapat ditonton di rumah atau di sela jam kerja. Semoga beberapa video berikut dapat menemani teman-teman sekalian. 

Wawancara dengan Gina Lubis
“Bapak saya itu tipe orang yang rajin mengarsip,” ujar Gina, putri seorang pelukis kenamaan Batara Lubis. Semenjak kepergian bapaknya, tanpa tahu banyak kisah masa lalu beliau secara detail, Gina memulai merawat arsip-arsip yang ditinggalkan, dari lukisan, sketsa, hingga tulisan-tulisan. Gina banyak bercerita tentang salah satu anggota Sanggar Pelukis Rakyat ini. Mulai dari sosok beliau yang rapi, kebiasaan baca, kisah kasih dengan istrinya, kemandirian & kesederhanaan, hingga persahabatannya dengan para maestro seperti Hendra Gunawan, Affandi, hingga Joko Pekik.  Sebagai anak, Gina bangga dengan ayahnya yang membuktikan pemikiran dengan karya. Meski dulu tidak diperbolehkan belajar di ISI, Gina yakin bahwa peduli dengan seni itu tidak harus sekolah seni. 

 

Seni Masa Kini: Catatan tentang Kontemporer – Mitha Budhyarto – #1
Mitha Budhyarto dalam Seri Ceramah/ Diskusi Guru-Guru Muda sesi 5, bertempat di Langgeng Art Foundation, 13 Desember 2014, memaparkan kajiannya mengenai ‘kekinian/ kontemporer’ secara filosofis. Dengan gagasan Peter Osborne dan Giorgio Agamben, ia menempatkan Sejarah_X karya Agan Harahap sebagai studi kasus. 

 

Seni Masa Kini: Catatan tentang Kontemporer – Mitha Budhyarto – #2 
Mitha Budhyarto (1983) adalah dosen dan kurator yang berbasis di Jakarta. Setelah menyelesaikan studi magisternya di bidang Filsafat Estetika di University of Sussex (2005) ia mendapat gelar doktoral di bidang Humaniora dan Kajian Budaya di University of London, Birkbeck College. Ia terlibat di beberapa pameran, seperti “Bandung New Emergence Vol. 5” (Selasar Sunaryo Art Space), “Swatata” (ruangrupa), “1 x 25 jam” (Rumah Seni Cemeti), dan “Exi(s)t” (Dia.lo.gue Art Space). 

 

Presentasi Prison Art Programs (PAPs)
PAPs adalah sebuah program seni kolektif  yang mempunyai ikatan kuat dengan memori penjara sebagai ide dasarnya untuk mengembangkan segala konsep dan teknik di seni rupa. Inisiatif program ini dibangun oleh Angki Purbandono dengan beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lainnya (Berli Doni, Fatoni, Herman Yoseph, Irien Afianto, Agung Rusmawan, Amir Danial, Gunawan Wirdana dan Ridwan Fatkhurodin) yang bekerja sama dengan pembina utama (Bpk. Yhoga Aditya Ruswanto) dan pembina lainnya (Bpk. Marjiyanto, Bpk M. Syukron A., Bpk. Mulya Adiguna) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Yogyakarta pada bulan Mei 2013.

 

Gerakan dari Dalam – Seni Inkubasi Performatif
Acara ini diinisiasi sebagai sebuah ephemeral platform dengan basis pertukaran interdisipliner dan lintas budaya melalui beberapa rancangan program. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pertukaran pengetahuan dan melakukan introspeksi ke dalam diri, dan melakukan eksplorasi nilai kritis terhadap permasalahan di sekitar kita dengan tetap menjaga sikap dan kesadaran sebagai manusia. Perkembangan mesin, sains dan teknologi dalam peradaban manusia hari ini berdampak kompleks, menciptakan ketidakselarasan walaupun bertujuan untuk memajukan kehidupan manusia di bumi. Pertambahan populasi manusia begitu cepat berkejaran dengan kebutuhan dasar yang membengkak, berkaitan dengan politik, ekonomi global, kekuasaan dan modal, perebutan sumber-sumber energi dengan memperalat ideologi, HAM, demokrasi, agama, dan hal-hal rasial.

 

MAKASSAR BIENNALE 2015 – TRAJECTORY
Sebuah video dokumentasi Makassar Biennale 2015 – Trajectory: Makassar dalam Peta Seni Rupa Indonesia. Pameran ini dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo, beranggotakan Faisal MRA, Nur Abdiansyah, Arham Rahman, dan Irfan Palippui. Bertempat di Gedung Kesenian Makassar, Rumata Artspace Makassar dan Gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makasar, perhelatan seni ini digelar pada 17-31 Oktober 2015.