Sekolah (bukan) Arsitektur

oleh Vicky Ferdian Saputra dan Muhammad Ziauddin Rosyad Arroyhan

Jaringan ugahari bersama Lembaga Studi Realino, KUNCI Cultural Studies, Indonesian Visual Art Archive (IVAA), dan Galeri Lorong beberapa waktu yang lalu menyelenggarakan sebuah workshop penulisan kritis arsitektur bertajuk “SEKOLAH (BUKAN) ARSITEKTUR: Teks dan Konteks Ruang Hampa Arsitektur Indonesia”. Workshop ini diselenggarakan di ruang kelas Lembaga Studi Realino, Yogyakarta, 9-19 Juli 2019 dari jam 9.00-12.00 WIB tiap harinya. Tujuan diselenggarakannya workshop ini salah satunya adalah untuk memperkaya perspektif kritis dalam menyikapi persoalan-persoalan di lingkup studi arsitektur melalui pendekatan interdisiplin.

Menurut Maria Andriani [Kepala Sekolah (bukan) Arsitektur], ide untuk membuat sekolah ini berangkat dari kegelisahannya melihat ketimpangan lulusan arsitektur yang banyak tetapi tidak terserap di dunia kerja. Selain itu, ada pula ketimpangan lain di mana arsitektur yang dibutuhkan oleh pembangunan, tetapi juga harus berhadapan dan  berkontestasi dengan kuasa-kuasa yang ada di realitas sekarang. Menurut Maria, kebanyakan lulusan arsitektur tidak dibekali pemahaman atas analisis sosial, atau pemahaman atas kuasa ruang yang terjadi, sehingga mereka merasa ada gap yang besar antara pendidikan dengan praktik di dunia arsitektur. Maka dari itu sekolah ini berusaha menyediakan ruang yang menghubungkan keduanya.

Kelas ini berjalan dan diisi berbagai wacana dari berbagai pemateri selama kurang lebih dua minggu. Antusiasme para peserta cukup tinggi, dilihat dari cara mereka merespon materi yang diberikan. Forum-forum diskusi terbangun entah di dalam kelas maupun di luar kelas. Pertentangan di dalam diri para peserta memunculkan gagasan kritis baru seperti yang diharapkan oleh sekolah ini. Maria merasa sangat terkesan dengan apa yang ia lihat di Sekolah (bukan) Arsitektur ini. Namun, ia masih harus menunggu dan melihat apakah sekolah ini bisa benar-benar bertransformasi menjadi tindakan melalui sebuah tulisan kritis maupun tindakan lain yang lebih luas ke depannya.

Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Dokumentasi dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi Juli-Agustus 2019.