Dari Sejarah adalah Hari Ini Hingga Tradisi Dokumentasi

oleh Lisistrata Lusandiana Sejarah adalah Hari Ini! Setelah menutup lembar terakhir buku Nusa Jawa Silang Budaya bagian pertama dengan judul Batas Batas Pembaratan, saya menemukan alasan kenapa Denys Lombard menyajikan kurun peristiwa ini diletakkan di depan sebagai buku pertama. Karena setelah bagian ini, bagian selanjutnya justru mundur ke belakang. Kronologinya seperti dibalik. Sepertinya itu sengaja […]

Membaca Nusa Jawa 1: Refleksi atas Komunitas Kristen

oleh Krisnawan Wisnu Selama sebulan (Juni, 2021) Klub Baca IVAA mengulas buku “Nusa Jawa: Silang Budaya– Batas-batas Pembaratan” karangan Denys Lombard. Secara pribadi, sulit sekali rasanya membaca buku sejarah bermazhab Annales ini. Selain cakupannya yang begitu luas dan padat, serta gaya tulisan yang meliuk-liuk, banyak sekali sumber sastra yang penulis Perancis ini gunakan untuk mencari […]

Memento: Pengalaman Membaca Nusa Jawa

oleh Hardiwan Prayogo Sebelumnya, saya mencoba mencari Denys Lombard di google. Umumnya, namanya disandingkan dengan total history dan mazhab Annales, sebuah antitesis dari penulisan sejarah yang elitis. Mazhab ini melihat melalui berbagai lapisan budaya dan aktivitas sosial masyarakat. Setelah menerka-nerka dan akhirnya menuntaskan Nusa Jawa Silang Budaya 1: Batas-batas Pembaratan, saya memantapkan dua alasan kenapa […]

Tiga Catatan Kecil untuk Buku Setebal 309 Halaman

oleh Febrian Adinata Hasibuan Yang paling berkesan dalam proses membaca buku Nusa-Jawa Silang Budaya: Pembaratan karya Denys Lombard adalah bagaimana sejarah total (total history) dipakai untuk membaca masa lampau pulau Jawa yang selama ini kerap dipersepsi paling istimewa dari pada pulau di Nusantara. Proyek penulisan sejarah total—semangat mazhab annales ala Perancis—membuka peluang menilai sejarah lebih […]

IVAA dan BPNB DIY Membaca Semangat Gerakan Perempuan

Jumat Sore (11/12), Pendopo BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Yogyakarta didatangi puluhan orang untuk menghadiri diskusi yang diadakan atas kerjasama BPNB bersama IVAA (Indonesian Visual Art Archive). Diskusi ini mengangkat tema “Membaca Semangat Gerakan Perempuan”. Diskusi kali ini diisi oleh Mutiah Amini dan Helly Minarti. Selain itu Mikke Susanto turut serta sebagai moderator. Dalam sambutannya, […]

Melihat Kembali Tubuh Sebagai Arsip Bersama Ibu-Ibu Kampung Dipowinatan

Selasa malam (8/12), tepat pukul 19:00 Rumah IVAA dihampiri oleh sekelompok ibu-ibu Kampung Dipowinatan, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. Mereka duduk melingkari amphitheater yang terletak di dalam perpustakaan. Kehadiran mereka kali ini adalah untuk mengikuti workshop pertunjukan teater yang berbasis kegelisahan terhadap permasalahan yang meraka alami, khususnya ketika situasi pandemi seperti sekarang. Dalam kegiatan ini, mereka didorong […]

Wayang Kertas dan Semangat Tertib Suratmo

Senin siang (7/12) itu, awan mulai mendung dan menutup cahaya sinar matahari di Kampung Dipowinatan, Keparakan, Mergangsan Yogyakarta. Di salah satu rumah, Tertib Suratmo duduk bersila di depan meja kerjanya dengan kertas marga dan cat yang berserakan. Walaupun akses cahaya mulai redup karena mendung, Tertib tetap telaten membuat wayang yang terbuat marga. Walaupun usianya telah […]

Babak Kedua Kelahiran Baru

  Sebuah keluarga sedang mengadakan bancakan. Mereka meminta doa dari warga kampung untuk kelahiran sang anak. Orang-orang berkumpul, membacakan doa-doa terbaik untuk si jabang bayi. Peristiwa tersebut merupakan potongan dari naskah lakon berjudul Kelahiran Baru karya Tertib Suratmo, yang dimainkan oleh warga kampung Dipowinatan, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Tertib menyatakan bahwa lakon tersebut terinspirasi dari […]

Bunyi Sebagai Semangat Bermain

    Di sebuah rumah joglo yang terletak di tengah hijaunya persawahan Desa Pandak, Bantul, terdengar suara gamelan dipukul yang penuh dengan kompleksitas di setiap instrumennya. “Sudah 40 tahun aku nggak megang gamelan,” kata Vincensius Dwimawan atau biasa dipanggil Sius. Sius merupakan anggota Musik Puisi Karawitan Dinazti. Kelompok ini kerap dijuluki sebagai embrio dari grup […]

Merekontruksi Wajah Melalui Ingatan

Hangat. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana Rumah IVAA siang itu. Selain penyerahan karya Vincensius Dwimawan kepada IVAA untuk dipamerkan di Mini Festival Arsip Ephemera, momen ini juga menjadi reuni kecil-kecilan bagi sebagain anggota Teater Dipowinatan. Sius, panggilan akrab Vincensius Dwimawan, menyerahkan kurang lebih 30 karya lukis rekontruksi wajah peserta Kongres Perempuan pertama […]

SHARE MEDIA

Facebook
Email
LinkedIn
X / Twitter
Telegram
WhatsApp