BULETIN IVAA DWI BULANAN | MARET-APRIL 2019

Belajar Sama-Sama! Salam jumpa pembaca semua. Edisi kedua e-newsletter IVAA 2019 kini hadir kembali ke hadapan kita semua. Tepat di saat masyarakat masih menunggu hasil penghitungan yang dilakukan oleh KPU, sambil menikmati berbagai hidangan drama politik di media, kabar dari masyarakat seni juga tidak kalah dinamis. Berbagai dukungan pada kedua paslon dari para seniman diwujudkan […]
Sorotan Dokumentasi | Maret-April 2019

Sampai akhir bulan April, Tim Arsip khususnya bagian dokumentasi menerima berbagai rekaman baik berupa liputan pameran, diskusi, presentasi, dan wawancara dengan jumlah sekitar 74 peristiwa seni. Rekaman tersebut hadir dengan berbagai medium, mulai dari foto, video, audio, katalog hingga kliping media. Selama dua bulan, Maret-April ini, tim dokumentasi bersama dengan tim redaksi e-newsletter […]
Hasan Basri, Suluk, dan Kelas Suluk Kebudayaan

Oleh Rully Adhi Perdana dan Esha Jain (Kawan Magang IVAA) Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh kawan magang IVAA, Rully dan Esha, bersama Hasan Basri mengenai Kelas Suluk Kebudayaan. Kelas Suluk Kebudayaan merupakan sebuah kegiatan belajar gagasan dan praktik ‘suluk’ dalam ajaran Islam bagi generasi muda. Selain sebagai respon atas gerakan Islam ultra-kanan, […]
Di Kolong Jembatan Kami Juga Bisa Belajar dan Berkarya

Oleh Najia Nuriyana dan Ahmad Muzakki (Kawan Magang IVAA) Kawasan Imogiri menjadi salah satu akses menuju kawasan pariwisata yang ada di selatan Yogyakarta. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini membuat kuantitas sampah meningkat. Tidak hanya tercecer di pinggir jalan, banyak pihak tidak bertanggung jawab juga membuang sampahnya di sungai maupun jembatan yang dilewatinya. […]
YOS: Menghubungkan Studio Seniman dengan Publik

Oleh Wahyu Siti Walimah dan Nur Rizki Aini (Kawan Magang IVAA) Ketika bicara Yogyakarta, seolah belum sah jika belum bicara kesenian. Banyak seniman besar di Indonesia lahir dan bekerja di Yogyakarta. Banyak pameran seni rupa yang digelar di kota ini, baik dari yang kecil hingga yang berskala internasional. Begitu pula dengan para seniman dan karya-karya […]
Babaran Segaragunung, Ngelmu untuk Berkarya

Oleh Dwi Rahmanto Babaran Segaragunung (BSG) merupakan organisasi seni non-profit yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Ia banyak mengeksplorasi karya-karya sastra, seperti sastra Jawa kuno, dengan menggunakan kesenian sebagai medium. Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi ragam tradisi kebudayaan guna memahami kebudayaan saat ini. BSG memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran seni, publikasi, pameran, workshop, tour budaya, penelitian dan […]
Jurnal Lembar MDTL

“Posisi Identitas Seni Rupa Kita” merupakan judul dari jurnal Lembar edisi perdana yang diterbitkan oleh Museum dan Tanah Liat. Di saat nasib penerbitan majalah seni rupa seperti menunjukkan kesulitan bertahan hidup, jurnal Lembar hadir, di tengah keterbatasannya. Memang bukan jurnal yang tebal, akan tetapi kehadirannya perlu dilihat sebagai upaya yang juga mengingatkan kita, bahwa penulisan […]
Katalis Art Forum

Membicarakan Ali Umar sebagai seniman patung tidaklah lengkap tanpa melihat kiprahnya di bidang sosial organisasi. Pintu rumah Ali Umar dan keluarga selalu terbuka pada siapa saja, yang datang untuk sekadar mampir dan ngobrol. Dalam salah satu kunjungan santai yang kami lakukan beberapa waktu lalu, Pak Umar salah satunya menceritakan seputar Katalis Art Forum, sebuah […]
Ivan Sagita dan Surealisme Etnografis

Oleh Krisnawan Wisnu Adi ….. “surealisme etnografis” adalah gagasan utopis, sebuah pernyataan tentang kemungkinan masa lalu dan sekaligus kemungkinan masa depan untuk analisis budaya. (James Clifford dalam On Ethnographic Surrealism, 1981: 540) Ketika saya membaca arsip IVAA mengenai Ivan Sagita, entah itu dari liputan media massa, catatan kuratorial, dan buku, surealisme menjadi atribut yang paling […]
Sorotan Pustaka | Maret-April 2019

Di dalam edisi ini, ada tiga buku yang kami ulas sebagai bagian subrubrik Sorotan Pustaka. Pertama adalah “Aku-Aktor: Konsep, Metode dan Proses Keaktoran di Yogyakarta” karya Ibed Surgana Yuga yang bicara soal ragam warna dan suara dalam kerja seni peran. Kedua adalah “Seni Kejadian Berdampak” karya Bramantyo Prijosusilo, yang membicarakan kerja seni (khususnya seni […]