Pengantar Redaksi Buletin IVAA Dwi Bulanan Edisi Mei-Juni 2017 Senisono: Bukan Sekedar Romantisme Pembaca yang baik, Buletin IVAA edisi
Oleh: Martinus Danang Pratama Wicaksana “Budaya tidak boleh dikesampingkan karena budaya yang baik adalah Indonesia hebat,” ungkap pria paruh
Oleh: Tiatira Saputri Di tahun 1990-an, publik seni gelisah dengan rencana pembongkaran gedung Senisono. Gedung yang berdiri sejak tahun
Oleh: Dwi Rahmanto Sepanjang Mei-Juni, Yogyakarta menjelma sebagai kota seni super sibuk. Momentum bursa seni rupa megah—Artjog, digunakan banyak
Oleh : Annisa Rachmatika Sari Perluasan wilayah Gedung Istana Kepresidenan Yogyakarta pada tahun 1995, membawa persoalan serius dalam iklim
Oleh: Annisa Rachmatika 27 April 2017, di Hall PKKH UGM kompleks Bulak Sumur, Forum Umar Kayam merespon pesoalan media
Berlangsung 11 Juli – 4 September 2017 di RumahIVAA Archive Showcase kali ini ingin menampilkan jejak-jejak kesenian di Malioboro,
1. Sanggar Melati Suci (1974 – 1994) Oleh: Santosa Judul Buku: Sanggar Melati Suci (1974-1994) Redaksi: A.Hari Santosa, Drs.
Oleh: Martinus Danang Pratama Wicaksana* Seorang perempuan muda dengan getol asyik membaca sambil menuangkan pikirannya ke dalam laptop pribadinya. Dia
Oleh: Melisa Angela Pertengahan Mei lalu IVAA mendapat undangan dari ISI Surakarta, lebih tepatnya dari UPT Perpustakaan kampus, yang
Oleh: Dwi Rahmanto Siapa tidak kenal dengan sosok yang mengenakan jas bertambal, dengan topi golf di kepalanya, yang berbicara
Oleh: Putri Alit Mranani Tahun 2013 lalu, dalam rangka pembuatan buku “25 Tahun Festival Kesenian Yogyakarta: Refleksi, Retrospeksi, Reposisi,”