POSTED

Pengumuman Pemagang IVAA 2026

Pengumuman Peserta Magang IVAA Periode Satu (Januari–Maret 2026) 

Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh #KawanIVAA yang telah mendaftar dan berbagi semangat belajar bersama. Antusiasme yang hadir dari beragam latar belakang dan daerah menjadi tanda bahwa minat terhadap arsip, aktivisme kultural, dan seni kontemporer terus tumbuh. 

Setelah melalui proses seleksi, berikut nama-nama peserta yang terpilih untuk bergabung dalam Magang IVAA Periode Satu:

Arsip: Latifah Arlita Wirawan, Linda, Ugi Gayali, Vipassati Varra
Perpustakaan: Kavina Bi’izzika, Setia Fika Tri Rianja
Program: Utriya Amanda

Latifah Arlita Wirawan

akrab disapa dengan panggilan Arlita saat ini sedang menjalani perkuliahan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan mengambil jurusan Musik dengan instrumen mayor klarinet. Arlita memiliki ketertarikan dalam bidang seni sedari kecil, sehingga hal itu membuatnya tidak ingin berkutat pada bidang permusikan saja. Sewaktu kelas 8 SMP Arlita pernah bercita-cita menjadi Renaissance Man, kini cita-citanya ingin membuat film seperti film-film Chantal Akerman dan membuat sebuah band.

Linda

Seorang pegiat seni dan budaya yang berdomisili di Kota Palu, lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Tadulako. Saat ini di Komunitas Seni Lobo ia menjajal kemampuan dalam manajemen keuangan dan manajerial seni, serta pengarsipan data budaya. Selain itu ia juga aktif menulis.
Dengan pengalaman sebagai manajer keuangan di berbagai festival seperti Palu Menari Festival dan Festival Sastra Tadulako Notutura, ia memiliki keahlian dalam tata kelola manajemen pertunjukan yang bekerja sama dengan instansi pemerintah seperti Kementerian Kebudayaan seperti Festival Teater Indonesia . Selain di balik layar, ia juga merupakan seorang pelaku seni vokal di sejumlah pertunjukan baik teater maupun sastra.

Ugi Gayali

adalah seniman muda berbasis di Denpasar, Bali. Tumbuh dalam keluarga seniman, ia mulai berkarya sejak kecil dan mengembangkan minat pada puisi sebelum memperluas praktiknya ke seni rupa. Pada 2019, ia melanjutkan studi Desain Mode di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, yang memperkaya pendekatan visualnya terhadap medium, bentuk, dan dimensi tubuh.

Karya Ugi banyak berangkat dari pengalaman personal, bahasa, dan memori, serta diwujudkan melalui eksplorasi lintas media. Sejak 2017, ia aktif mengikuti berbagai pameran di Bali, Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta, termasuk Art Moments Bali, Bali Megarupa, dan Versus Project.

Saat ini, Ugi sedang menempuh Program Pendidikan Pascasarjana Program Studi Tata Kelola Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, dalam Tata Kelola Seni penting untuk belajar bagaimana mengelola memori dan aset seni agar menjadi sumber pengetahuan yang terorganisir bagi publik.

Vipassati Varra

Mulai menekuni pendidikan yang berfokus pada seni sejak masa SMA, menyadari bahwa inilah bidang yang Ia ingin tekuni. Varra memiliki kecenderungan alami untuk merasa penasaran terhadap hal-hal yang mengelilingi kehidupannya— Ia berusaha mengekspresikan rasa penasaran tersebut melalui karya-karyanya. Varra sangat antusias untuk terus berkembang dengan melibatkan dirinya dalam kegiatan serta komunitas-komunitas seni di sekitarnya.

Kavina Bi’izzika.

Panggil saja Kav. Excited dalam bidang perpustakan dan kesenian. Punya hobi suka explor alam semesta tidak menjadikan hambatan untuk tetap menjadi orang baik dan bermanfaat untuk sekitar. Meski dunia hanya sementara, belajar dan bertumbuh kembang harus selamanya. Salam Literasi🫰🏻.

Setia Fika Tri Rianja

atau yang lebih akrab disapa Satya adalah mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta yang lagi serius nyemplung ke dunia penulisan, fotografi, dan kebudayaan seni.

Kesehariannya nggak jauh dari ngulik cerita, konsep, visual, dan isu-isu seni yang dekat sama kehidupan sekitar dan dirinya. Ia cukup aktif dalam penulisan dan terlibat di berbagai pameran, kuratorial dan pernah menyelesaikan program di Museum Affandi untuk terjun lebih dalam terhadap dunia seni rupa.

Bagi Satya, berkarya itu bukan cuma hasil, tapi ruang eksplorasi, dan refleksi dirinya untuk lebih aware sama hal-hal kecil yang sering luput dilihat orang.

Utriya Amanda

adalah penulis dan peneliti yang menggeluti tulisan-tulisan filsafat, seni, kajian poskolonial, dan isu sosial. Saat ini ia sedang menempuh Magister Filsafat di Universitas Gadjah Mada, setelah sebelumnya lulus dari Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Melalui tulisan dan risetnya, Utriya kerap mengulik isu memori, budaya, materialitas, serta cara-cara alternatif membaca pengalaman sosial dan sejarah. Karyanya hadir dalam artikel ilmiah dan esai. Di luar ruang akademik, ia aktif sebagai penulis lepas dan peneliti mandiri.

Bagi Utriya, arsip dan praktik seni adalah ruang bermain sekaligus ruang belajar: tempat bertanya, berbagi, dan menumbuhkan kemungkinan-kemungkinan baru bersama.

Bagi #KawanIVAA yang belum terpilih, jangan khawatir, kesempatan belajar bersama IVAA akan selalu terbuka di periode mendatang. Mari terus belajar, bertumbuh, dan berbagi bersama IVAA. 💫

SHARE MEDIA

Facebook
Email
LinkedIn
X / Twitter
Telegram
WhatsApp