Sorotan Pustaka | Oktober-November 2016
Katalog “Seni dan Politik Posisi” Oleh: Sukma & Lisistrata Di tengah meluasnya rezim pergeseran batas yang telah menguatkan ilusi adanya warga dunia, baik melalui sarana wisata, ekonomi dan budaya, sekali lagi kita dihadapkan pada soal identitas, posisi diri di tengah konstelasi global. Posisi diri yang dimaksud di sini ialah diri yang kolektif. Diri yang […]
Sorotan Arsip | Residensi dengan Target, Perlu atau Tidak?
Oleh: Melisa Angela Kalangan atau publik seni senantiasa diharapkan menjadi pengamat sekaligus penantang gagasan pembuat karya (dan penyelenggara program residensi). Rumah Seni Cemeti setidaknya mengadakan 2-3 kali forum terbuka setiap periode residensi. Pertama untuk memperkenalkan seniman peserta, selanjutnya untuk berbagi kesan dan pesan sebelum tiap periode program selesai. Forum reguler antara penyelenggara program […]
Pengumuman IVAA | Kawan-kawan Pemagang IVAA
Terdapat 20 pendaftar Magang IVAA sejak awal tahun ini, dan hingga Oktober ini 16 pemagang telah menyelesaikan program magangnya. Keenambelas pemagang tersebut antara lain: Muhammad Akbar yang tengah menyelesaikan studinya di Ilmu Perpustakan Universitas Padjadjaran Bandung Faida Nur Rachma mahasiswi Ilmu Komunikasi UGM yang juga bekerja paruh waktu di Lir Space Henrike Louise Hoffmann […]
Archive Showcase: Bagaimana Seni Rupa Indonesia Ditulis Setelah Sanento?
Kompilasi arsip kali ini berupaya menampilkan jejak-jejak pemikiran tertulis yang mempengaruhi praktik seni visual di Indonesia. Inisiatif mengumpulkan tulisan dari perspektif pelaku dan pengamat senantiasa dilakukan. Jamaknya pengumpulan tulisan seni rupa dilakukan mengikuti tema atau penelusuran kronologis, untuk kemudian dikemas dalam bentuk buku hingga menginspirasi suatu pameran seni rupa. Di luar kecenderungan umum, sebagai […]
Bahasanya Seni Rupa Indonesia – Membaca Disertasi Sanento Yuliman
Oleh: Pitra Hutomo Sebagai orang yang membaca disertasi doktorat Sanento hampir 35 tahun selepas masa studinya di Paris, saya lebih dulu terpapar dengan tulisannya yang berbahasa Indonesia. Disertasi berbahasa Prancis tersebut saya peroleh dari kolega, peneliti asal Australia yang telah menyusun bibliografi S. Sudjojono. Keberadaan disertasi berjudul “Genese de La Peinture Indonesienne Contemporaine – Le […]
Memperkenalkan Lisistrata Lusandiana, Kepala Program IVAA
Sejak Mei 2016 IVAA mengalami perubahan struktur organisasi dan memiliki fungsi baru yakni Kepala Program. Setelah mengadakan lowongan terbuka dan menyelesaikan proses seleksi, pada April 2016 terpilihlah Lisistrata Lusandiana atau akrab disapa Lisis untuk bergabung di tim kerja IVAA sebagai Kepala Program. Sesuai struktur baru IVAA, Lisis bekerja berdampingan dengan Kepala Arsip dan Kepala Manajemen, […]
Seni dan Advokasi: Seniman Belajar Undang-Undang
Pada bulan Juli lalu, Joned Suryatmoko membuka forum diskusi terbatas untuk 12 orang di Umar Kayam, membicarakan undang-undang dengan materi UU no 39 thn. 1999 mengenai HAM, UU no. 11 thn. 2005 mengenai hak ekonomi, sosial, dan budaya, dan UU no. 12 thn. 2005 mengenai hak Sipil dan Politik. Tujuan awalnya adalah untuk membekali […]
Ruang Publik: Antara Kompetisi dan Interaksi
Oleh: Lisis Jumat, 5 Agustus 2016, RumahIVAA bekerja sama dengan komunitas Malioboro yang tergabung dalam COMA, menggelar diskusi soal Apeman dan Seni Ruang Publik. Apeman merupakan festival yang diinisiasi oleh COMA dan telah dihelat hingga ke tujuh kalinya. Acara ini berlangsung di sepanjang trotoar Malioboro dan beberapa titik di kota di sepanjang bulan Juni 2016. […]
Festival Kathok Abang: peringatan 1 tahun perjuangan warga Pantai Watu Kodok
Festival Kathok Abang merupakan acara yang dihelat warga di sekitar area pantai Watu Kodok, Kelor Kidul, Kecamatan Tanjung Sari, Wonosari pada 25 Mei 2016. Acara ini dihelat atas dasar inisiatif warga yang kemudian bekerjasama dengan beberapa komunitas, baik yang berada di kabupaten maupun kota. Pada 25 Mei 2016 tersebut, warga memperingati satu tahun perjuangannya dalam […]
Dari Kritikus sampai Kolektor: Menyoal peran yang berkelindan dalam wacana seni rupa thn. 1960 – sekarang
ilustrasi : Hendra ‘Blankon’ Priyadhani Oleh: Tiatira Tulisan ini berangkat dengan mengutip paragraf pertama tulisan Sanento Yuliman pada Koran Pikiran Rakyat Bandung bulan Juli, 1990, berjudul Ke Mana Seni Lukis Kita? Boom Seni Lukis: Kemelut, demikian: “Boom seni lukis yang ramai dibicarakan orang itu bersangkut-paut dengan berbagai pihak atau unsur yang sedikit atau banyak, […]