Tag Archives: street art

Merthi Kampung (Bausasran) – Forum Street Art Jogja & Warga Bausasran

Merthi Kampung
Bausasran Yogyakarta
19-21 Juni 2015

Forum Street Art Yogyakarta mengadakan kegiatan Merthi Kampung di kampung Bausasran. Kegiatan bertujuan untuk ‘renovasi visual’ pada beberapa titik di wilayah yang berada di selatan Stasiun Lempuyangan.

Warga Kampung Bausasran dengan inisisasinya mengundang Forum Street Art Jogja untuk jadi bagian dari aksi membersihkan sampah visual berupa poster dan aksi vandal yang dilakukan pihak pihak yang tidak bertanggungjawab. Aksi ini juga bertujuan memperkenalkan sebuah karya Mural dan Grafiti yang bertujuan memberikan pesan pesan positif kepada pengguna Jalan.

Beberapa Seniman yang terlibat adalah Anti Tank, Methodos, Zenk, Uno Cask, Kukomikan, Digie Sigit, Media Legal, Guerillas, dsb juga melibatkan Asrama-Arsma mahasiswa yang bertinggal di Kampung Bausasran.

Berikut rangkain dari acara ini

Hari Pertama:
Jumat, 19 Juni 2015
Acara dimulai jam 14.00 – 22.00 WIB, jumpa pers dan pasang karya di perempatan lampu merah Bausasran.

Hari Kedua:
Sabtu, 20 Juni 2015
Acara dimulai jam WIB, pasang karya di sepanjang Gg. Sidodadi
(Jalan sisi utara RS. Bethesda Lempuyangan)

Hari Ketiga:
Minggu, 21 Juni 2015
Acara dimulai jam 15.00-19.00 WIB, workshop menggambar dan membuat yogurt oleh Lifepatch. Setelah jam buka puasa, acara buka puasa bersama dan pemutaran film.

Video Dwi Rahmanto
Koleksi Indonesian Visual Art Archive
www.ivaa-online.org
2015

Video: Warga Berdaya- Jogja Asat

WARGA BERDAYA
JOGJA ASAT
JEMBATAN KEWEK YOGYAKARTA
1 OKTOBER 2014
JOGJA ASAT! merupakan sebuah karya aksi Warga Berdaya yang dikerjakan di sekitar Jembatan Kewek Yogyakarta untuk menyikapi kegelisahan warga kota yang kekeringan air sebagai dampak dari pembangunan hotel dan mall yang marak di Yogyakarta. Sebuah aksi penolakan warga kota terhadap pembangunan hotel dan mall melalui kerja seni jalanan yang membawa suara-suara keberdayaan warga terhadap pemerintah kota yang buta-tuli dan pemilik modal yang rakus.

JOGJA ASAT! merupakan bahasa perlawanan bersama warga Yogyakarta: tua-muda, kaya-miskin, pendatang-penetap, siapapun juga,… yang perduli terhadap maraknya pembangunan hotel dan mall yang gigantis dalam skala kota serta jelas-jelas mengingkari semangat Kota Yogyakarta yang organik. Dilihat dari sudut pandang pikiran yang waras dan berkeadilan sosial, pembangunan hotel dan mall jelas-jelas melanggar aturan tata kota dan mengingkari nilai keadilan, serta membawa dampak semakin menimbulkan kesenjangan sosial yang lebar. Keberadaan hotel dan mall tersebut menyedot sumber daya hidup warga kota di berbagai aspek, merampas kebutuhan dasar warga kota, terutama air. Warga kota yang tinggal di seputar hotel dan mall mengalami kekeringan sumur di musim kemarau, yang baru kali ini terjadi di sepanjang sejarah. Sebentar lagi, seluruh persediaan air Yogyakarta akan mengalami penyusutan dan anak-anak kita kelak tidak akan kebagian. Lingkungan kota kita sudah dan akan terus mengalami percepatan kerusakan secara luar biasa.

JOGJA ASAT! merupakan potret pembangunan kota yang kering-kerontang dari akal sehat tanpa kreativitas, yang diputuskan dari kepentingan sesaat mengejar pertumbuhan pendapatan daerah. Atas nama investasi dan pendapatan daerah, sebagian besar warga kota justru mengalami degradasi kehidupan sosial dan lingkungan alam yang semakin buruk. JOGJA ASAT! merupakan sebuah peringatan kepada Walikota, Bupati Kepala Daerah dan aparatus pemerintahan kota untuk mengembalikan mandat kepada warganya. Supaya mereka sungguh-sungguh bekerja bersama untuk mengelola pembangunan kota secara transparan, demokratis dan mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap kesejahteraan orang banyak, serta berwawasan lingkungan.

JOGJA ASAT! merupakan sebuah rangkaian acara yang dikreasi oleh warga kota. Selama pengelolaan pembangunan kota mengingkari nilai kesejahteraan dan keadilan orang banyak, keberdayaan dan warga berdaya tetap akan selalu tumbuh dan berkembang. Kami ada dan akan terus berlipat ganda!
(*Teks dari release WARGA BERDAYA)
Cameramen: Dwi Rahmanto, Galuh Esti
Editor: Fakulti Khasanah
Video Courtesy of Indonesian Visual Art Archive
www.ivaa-online.org
2014

Dipublikasikan pada tanggal 6 Oktober 2014.

Video: Diskusi Publik – Pergerakan: Warga Berdaya dan Yogyakarta yang Sumpek

PERGERAKAN: WARGA BERDAYA DAN YOGYAKARTA YANG SUMPEK

Hari Jumat, 10 Mei 2013 | Jam 16.00 — selesai
Rumah IVAA | Jalan Ireda Gang Hiperkes 188 A/B
Pembicara:
– Yoan Vallone — (Pegiat Sepeda)
– Elanto Wijoyono — (Pemerhati Warisan Budaya)
– Andrew Lumban Gaol — (Seniman Jalanan)
– Wawies Wisnu Wisdantio — (Arsitek)

Moderator: Yoshi Fajar Kresno Murti

Diskusi ini melihat pada perkembangan dan pembangunan pesat kota Jogja pada saat ini membawa dampak besar pada spesialisasi fungsi ruang publik. Penataan serta pengelolaan ruang publik menjadi titik sorotan untuk dapat menjaga dan mengembangkan integrasi fungsional ruang publik kota. Hal ini mengacu pada kegunaan ruang publik sebagai penghubung utama interaksi masyarakat kota dan juga menjadi cerminan budaya Kota Jogja. Penataan dan pengelolaan kota yang mengabaikan fungsi ruang publik akhirnya berdampak pada keresahan masyarakat yang perduli terhadap perkembangan kotanya. Diskusi ini akan mengangkat pergerakan yang dilakukan oleh “Warga Berdaya” untuk mengkritisasi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penataan dan pengelolaan ruang publik di Kota Jogja. “Warga Berdaya menuntut perawatan dan pengembangan infrastruktur yang terbengkalai dengan cara melakukan beberapa aksi langsung di ruang publik,”