Tag Archives: arsip ivaa

Alur Baru Layanan Arsip IVAA

(please scroll down for English)

KawanIVAA yang berbahagia,
Melalui surat ini kami bermaksud menyampaikan informasi mengenai pembaruan alur layanan arsip yang diberlakukan sejak memasuki tahun 2017 ini.

Prosedur permintaan arsip kami ilustrasikan melalui gambar di bawah ini:

Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut:
1A. Anda disarankan untuk terlebih dahulu mencari arsip yang dibutuhkan di Arsip Online IVAA, http://archive.ivaa-online.org/
2A. Setelah menemukan kebutuhan arsip Anda
3A. Silakan menggunakan dengan mencantumkan sumbernya.

Tapi bila,
2B. Anda tidak dapat menemukan arsip yang dibutuhkan di Arsip Online IVAA, barangkali arsip tersebut belum sempat diunggah,
3B. Bila Anda belum terdaftar sebagai KawanIVAA, maka,
4B. Anda perlu mendaftar terlebih dahulu melalui tautan ini http://bit.ly/2k9F3W2 Keanggotaan ini berlaku untuk seterusnya tanpa masa kadaluarsa.

Sementara itu apabila,
3C. Anda telah terdaftar sebagai anggota KawanIVAA,
4C. Silakan menghubungi Arsiparis IVAA melalui alamat email archive@ivaa-online.org atau mengisi formulir “Kontak” di Arsip Online IVAA.
5C. Mohon menunggu respon dari Arsiparis IVAA selambat-lambatnya 3 hari kerja,
6C. Anda diminta mengisi formulir Permintaan Arsip secara online dan menjelaskan keperluan penggunaan arsip di formulir tersebut. Anda tidak bisa mengisi formulir ini apabila Anda belum terdaftar,
7C. Bila arsip akan digunakan untuk keperluan penelitian saja, maka Anda bisa langsung menuju nomor 10,

Sedangkan bila,
7D. Arsip akan digunakan untuk keperluan yang hasil akhirnya akan dipublikasikan atau direproduksi,
8D. Anda diharuskan untuk meminta izin penggunaan kepada pemilik arsip yang sebelumnya (misal: pemegang hak, seniman, keluarga seniman, dll)
9D. Silakan mengabari Arsiparis ketika Anda telah mendapatkan izin penggunaan arsip,

10. Anda diminta membayar biaya pemrosesan data atau pengirimannya, bila ada,
11. Anda akan diminta mendepositkan sejumlah uang,
12. Arsiparis mengirimkan arsip yang Anda butuhkan,
13. Anda sangat diharapkan untuk menyumbangkan salinan penelitian/dokumentasi projek Anda terkait arsip yang digunakan dalam bentuk tercetak atau berkas digital,
14. Setelah mendapatkan salinan penelitian/dokumentasi projek Anda, Arsiparis akan mengembalikan uang deposit.

Demikian informasi dari kami. Silakan menghubungi Arsiparis IVAA apabila ada ada hal-hal yang ingin ditanyakan melalui alamat email archive@ivaa-online.org.

Terima kasih atas perhatiannya dan selamat menggunakan layanan arsip IVAA.

Salam hangat,
Melisa Angela
Kepala Arsip
Indonesian Visual Art Archive

———-

Dear KawanIVAA,
By this letter we would like to inform you about IVAA’s new public service on archive request, that starts from January 2017.

This picture illustrates the archive request procedure:​

​Explanation of the picture above:
1A. You are kindly expected to search the archive needed from IVAA Online Archive, at: http://archive.ivaa-online.org/ before contacting the archivist,
2A. When you have found the required archive at the IVAA Online Archive,
3A. Feel free to use it and please include the source.

But,
2B. If the required archive is not available on IVAA Online Archive, it is possible the specific archive is not yet uploaded. Then,
3B. You need to be a registered member,
4B. Feel free to be a member at http://bit.ly/2k9F3W2 This is a lifetime membership.

Meanwhile, if,
3C. You are already registered as a member of KawanIVAA,
4C. Please contact IVAA’s archivist via email at archive@ivaa-online.org, or fill the available contact form at IVAA Online Archive,
5C. Allow us to respond within three working days,
6C. You will be asked to fill Archive Request Form and verify KawanIVAA member ID,
7C. If you intend to use the archive for research only, then you can go directly to number 10.

But,
7D. If you intend to publish or reproduce the archive,
8D. Please proceed by asking permission from previous archive holders (e.g. owner to rights, family, etc.)
9D. Once you obtained the permission, please inform the archivist,

10. Please process payment for data processing & delivery,
11. You will be required to deposit a certain amount,
12. Copies of requested archives will be sent to you via preferred delivery,
13. Please send us a copy of your research in print or electronic files,
14. The archivist will return your deposit upon receiving your research copy.

Please contact our archivist at archive@ivaa-online.org for any further questions.

Proyek Menghidupkan Arsip IVAA di Lima Kota: “Menanam Arsip Pada Tanah”

Menanam Arsip Pada Tanah

#Proyek Menghidupkan Arsip IVAA di lima kota

Pekerjaan arsip dan pengarsipan – merupakan pekerjaan yang tidak akan pernah selesai. Selalu ada kemungkinan hal baru ditemukan di masa lalu, sekarang dan masa depan. Selalu ada kemungkinan hal baru tersebut juga didokumentasikan baik pada peristiwa yang terjadi di masa lalu, sekarang, maupun masa depan. Kemungkinan tak terbatas dari masalah arsip dan kerja pengarsipan ini – mau tidak mau – harus “dibatasi” dengan dasar-dasar konsep dan metodologi yang jelas. Konsep dan metodologi sendiri tidak pernah fiks. Konsep dan metodologi diperlukan sebagai landasan untuk pengambilan posisi. Posisi tersebut (harusnya) lahir dari keterlibatan secara intens dalam gerak hidup bermasyarakat secara terus-menerus: untuk semakin jelas dengan setiap problem yang dihadapi, lalu mengambil posisi diri di setiap problem sosial di dalam konteks atau zaman-nya. Apa itu yang dianggap arsip; Apa saja yang perlu diarsipkan; Untuk apa dan untuk siapa kerja pengarsipan dikerjakan, dan; Bagaimana cara mengarsipkan; dan lain sebagainya… merupakan beberapa pertanyaan dasar yang akan terus-menerus digali dengan kritis dalam kerja arsip dan pengarsipan.

Arsip dan pengarsipan di ranah kebendaannya selalu terkait dengan operasi kuasa (pengetahuan dan estetika). Operasi kuasa hadir dalam konteks kolonialisme, dalam konteks developmentalisme, maupun di dalam pusaran pasar komoditas. Operasi kuasa telah menghadirkan arsip dan pengarsipan menjadi bagian dari sumber produksi pengetahuan dan estetika “mereka yang berkuasa”. Di dalam pasar, arsip dan pengarsipan menjadi sumber estetika produksi-distribusi-konsumsi dari nilai komoditas yang ditawarkan. Menghadirkan wacana, nilai, dan sense yang lepas dari problem sosial-budaya-politik masyarakat. Arsip dan pengarsipan menjadi bagian dari politik klaim, akses, dan estetika dari operasi kuasa.

Meskipun begitu, banyak dijumpai di dalam kenyataan, berbagai individu, lembaga, atau komunitas masyarakat di luar pemerintah dan perusahaan, telah mengembangkan kerja arsip dan pengarsipan di dalam kerangka konsep dan metodologi produksi pengetahuan yang disesuaikan dengan kegelisahan, kebutuhan, dan persoalan-nya sendiri. Pemahaman mengenai arsip dan kerja pengarsipan meluas, melintasi aspek waktu dan kebendaannya, memasuki ranah bahasa, tubuh, dan ingatan. Proses dan sikap keberpihakan pada realitas yang penuh persoalan lebih diutamakan di dalam kerja arsip dan pengarsipan, menghadirkan berbagai produk pengetahuan, estetika, dan sense yang lebih kongkrit dalam arus pinggiran modernitas-globalisasi.

Arsip dan kerja pengarsipan sesungguhnya sangat penting untuk terus-menerus dipikir ulang, dipraktikkan, dan dieksplorasi di dalam konteks negara bekas jajahan yang terus bergerak dan tidak pernah fiks dalam (identitas) kehidupannya, seperti Indonesia. Sebuah negara bangsa yang tidak pernah bisa menciptakan museumnya dengan benar, yang selalu terengah-engah mengabstraksikan sejarah pengetahuannya, dan yang selalu punya siasat untuk mengacak-acak tatanan fungsinya. Namun, pada semua itulah justru seringkali terletak energi kreatif orang-orangnya: membuat hidup (yang berat) menjadi hidup. Kita, barangkali mempunyai pemahaman arsip dan kerja pengarsipan yang beragam.

Arsip dan kerja pengarsipan pada akhirnya tidak hanya perkara mengumpulkan dan memulung dokumen-dokumen serta potongan-potongan rekaman apa yang pernah terjadi dalam kehidupan (sebagai nation state), namun juga kemudian menjadi sebuah lahan luas untuk terus digali dan diolah kembali secara kreatif untuk mengisi celah-celah kosong infrastruktur, ilmu, dan sejarah di negeri ini. Arsip sebagai -bukan hanya- sebuah kebendaan, ataupun sarana yang digunakan sebagai media kerja bersama produksi pengetahuan dan estetika, namun lebih dari itu, ia juga sebuah proses, praktik, dan alam bawah sadar dari strategi kultural kehidupan masyarakat setempat.

Putaran I:

Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia
Waktu: Sabtu, 29 Agustus 2015
Klik di sini untuk melihat poster acara di Kota Malang.

Putaran II: Kota Lombok

Putaran III: Kota Padang

Putaran IV: (…)

Putaran V: (…)