Tag Archives: aksi

Video: Warga Berdaya- Jogja Asat

WARGA BERDAYA
JOGJA ASAT
JEMBATAN KEWEK YOGYAKARTA
1 OKTOBER 2014
JOGJA ASAT! merupakan sebuah karya aksi Warga Berdaya yang dikerjakan di sekitar Jembatan Kewek Yogyakarta untuk menyikapi kegelisahan warga kota yang kekeringan air sebagai dampak dari pembangunan hotel dan mall yang marak di Yogyakarta. Sebuah aksi penolakan warga kota terhadap pembangunan hotel dan mall melalui kerja seni jalanan yang membawa suara-suara keberdayaan warga terhadap pemerintah kota yang buta-tuli dan pemilik modal yang rakus.

JOGJA ASAT! merupakan bahasa perlawanan bersama warga Yogyakarta: tua-muda, kaya-miskin, pendatang-penetap, siapapun juga,… yang perduli terhadap maraknya pembangunan hotel dan mall yang gigantis dalam skala kota serta jelas-jelas mengingkari semangat Kota Yogyakarta yang organik. Dilihat dari sudut pandang pikiran yang waras dan berkeadilan sosial, pembangunan hotel dan mall jelas-jelas melanggar aturan tata kota dan mengingkari nilai keadilan, serta membawa dampak semakin menimbulkan kesenjangan sosial yang lebar. Keberadaan hotel dan mall tersebut menyedot sumber daya hidup warga kota di berbagai aspek, merampas kebutuhan dasar warga kota, terutama air. Warga kota yang tinggal di seputar hotel dan mall mengalami kekeringan sumur di musim kemarau, yang baru kali ini terjadi di sepanjang sejarah. Sebentar lagi, seluruh persediaan air Yogyakarta akan mengalami penyusutan dan anak-anak kita kelak tidak akan kebagian. Lingkungan kota kita sudah dan akan terus mengalami percepatan kerusakan secara luar biasa.

JOGJA ASAT! merupakan potret pembangunan kota yang kering-kerontang dari akal sehat tanpa kreativitas, yang diputuskan dari kepentingan sesaat mengejar pertumbuhan pendapatan daerah. Atas nama investasi dan pendapatan daerah, sebagian besar warga kota justru mengalami degradasi kehidupan sosial dan lingkungan alam yang semakin buruk. JOGJA ASAT! merupakan sebuah peringatan kepada Walikota, Bupati Kepala Daerah dan aparatus pemerintahan kota untuk mengembalikan mandat kepada warganya. Supaya mereka sungguh-sungguh bekerja bersama untuk mengelola pembangunan kota secara transparan, demokratis dan mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap kesejahteraan orang banyak, serta berwawasan lingkungan.

JOGJA ASAT! merupakan sebuah rangkaian acara yang dikreasi oleh warga kota. Selama pengelolaan pembangunan kota mengingkari nilai kesejahteraan dan keadilan orang banyak, keberdayaan dan warga berdaya tetap akan selalu tumbuh dan berkembang. Kami ada dan akan terus berlipat ganda!
(*Teks dari release WARGA BERDAYA)
Cameramen: Dwi Rahmanto, Galuh Esti
Editor: Fakulti Khasanah
Video Courtesy of Indonesian Visual Art Archive
www.ivaa-online.org
2014

Dipublikasikan pada tanggal 6 Oktober 2014.

Video: Apa Kata Penggagas Festival Hariyadi?

Festival ini untuk memberikan tanda alert (bahaya) bahwa Kota Yogyakarta sudah tidak nyaman lagi. Kemacetan, sampah visual, Pembangunan Hotel- hotel besar yang kian menggusur keberlangsungan keberadaan hotel melati, dan sebagainya. Namun, Walikota orang yang bertanggungjawab terhadap kota ini sulit sekali untuk ditemui.

Wawancara dengan Agung Kurniawan, Penggagas “Festival Mencari Haryadi” memang singkat, namun cukup untuk mengenal festival ini. Festival ini memberikan inspirasi kepada semua orang untuk peduli dengan kotanya. kota yang ramah, kota yang manusiawi.

Dipublikasikan oleh: Tunjukan Aksimu! pada tanggal 30 Oktober 2013.

Video: Festival Seni Mencari Hariyadi- Suara Warga, Suara Kota

FESTIVAL SENI MENCARI HARYADI

Dalam rangka Festival Seni Mencari Haryadi (FSMH), Pengagas mengundang seluruh warga Kota Jogja untuk bersama-sama memanggil Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta, untuk mendengarkan suara warga. Pesannya, agar Walikota lebih terbuka dan giat bekerja untuk warganya.

Kegiatan berjudul “Suara Warga, Suara Kota” atau vox populi vox polis ini berbentuk paduan suara. “Konsep artistiknya seperti anak kecil yang mengajak temannya untuk ke luar rumah,” jelas Agung Kurniawan, Art Director FSMH.

Minggu, 13 Oktober, pukul 16.30, di depan rumah dinas Walikota.

Berikut Lirik lagu yang dinyanyikan dalam rangka festival:

Mari Har ke Mari
marilah ke mari Har Har Har Har Haryadi
akulah di sini Har Har Har Har Haryadi
mari bergembira Har
bersama sama
hilangkan hati duka lara

*) boleh dua duaan
asal tetap di lingkaran
tapi awas jangan pergi berduaan Har
nenek bilang itu berbahaya Haaaaaaaarrrr

marilah ke mari Har Har Har Har Haryadi
dan kini menari Har Har Har Har Haryadi
mari bergembira Har
bersama sama Har
hilangkan hati duka lara

back to *) and fade

Didokumentasikan oleh: Dwi Rachmanto

Dipublikasikan pada tanggal 5 November 2013