Seni Rupa Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang

unnamed-7

Oleh: Antariksa

Sejak awal 2013 Antariksa tengah melakukan penelitian tentang seni rupa Indonesia pada masa Perang Dunia II, berdasarkan arsip dan koleksi seni di Jepang, Belanda, dan beberapa negara lain. Penelitian ini mencari tahu tentang seni rupa Indonesia (mencakup: senimannya, karyanya, pamerannya, dan politiknya) dalam konteks politik perang Jepang di Asia, serta bagaimana kehidupan dan politik seni rupa di Jepang ikut mempengaruhi dan membentuk dunia seni di luar Jepang, tak terkecuali di Indonesia.
Di dalam penelitian ini Antariksa juga meneliti seniman-seniman Jepang, khususnya seniman-seniman yang pernah dikirim/bekerja di Indonesia pada periode itu, baik sebagai “seniman perang”, maupun sebagai “seniman profesional”, dan hubungan mereka dengan seniman dan dunia seni Indonesia. Demikian juga mengenai sejarah dan politik seni di Jepang, terutama dalam konteks “nasionalisme baru” dan populernya yōga (seni gaya Barat) di Jepang mulai awal abad ke-20, yang merupakan periode krusial pembentuk politik dan kebijakan seni di Jepang pada masa perang. Dalam presentasinya ini, Antariksa akan memaparkan proses dan temuan dalam kerja penelitiannya sejauh ini.

Foto Kartono Yudokusumo.
Sumber: Djawa Baroe, 1 Mei 1943.