Undangan Terbuka Menulis Essai di Newsletter IVAA

Di newsletter IVAA “Fragmen Jejak Vol. 2” (terbitan Maret-April 2020) ini, kami kembali mengundang kawan sekalian untuk menyumbangkan buah pemikiran dan pengalamannya untuk dipublikasikan di rubrik Baca Arsip. Tulisan yang dimuat untuk rubrik ini ialah berupa esai dengan tema seputar “Pengarsipan Seni Budaya” yang analitis, disampaikan dengan bahasa yang renyah, bisa menggunakan pendekatan teoritis (jika diperlukan), jika tidak juga tidak apa. Tidak ada batasan jumlah kata yang kami tentukan; penulis bisa mengukur sendiri. Tulisan paling lambat diterima pada 19 April 2020.

Jika berminat, berikut syarat dan ketentuannya:
1. Kirim tulisan ke email ivaa@ivaa-online.org dengan subjek NLB2020
2. Semua tulisan yang masuk tetap menjadi hak milik kontributor. Jika tulisan terpilih untuk kami muat, kami akan segera menghubungi penulis 1 minggu setelah proses seleksi.
3. Hanya 1 tulisan yang akan dimuat.
4. Bagi kawan IVAA yang tulisannya dimuat di newsletter IVAA berhak mendapatkan honorarium sepantasnya.
4. Kontributor yang tulisannya dimuat di newsletter IVAA boleh menerbitkan ulang tulisannya di tempat atau media lain, minimal satu minggu setelah dimuat di newsletter IVAA, dengan syarat bahwa tulisan tersebut telah dimuat di newsletter IVAA.
5. Jika setelah satu minggu tulisan yang dikirimkan belum mendapatkan balasan dari kami, penulis berhak menerbitkan atau mengirimkan ke media lain.
6. Tulisan dikirim sebagai dokumen terlampir (format word)
7. Sebelum dimuat di newsletter IVAA, redaksi berhak melakukan penyuntingan pada tulisan yang akan dimuat.
8. Wajib melampirkan identitas dan scan KTP. Identitas terdiri dari nama lengkap, domisili, nomor kontak, akun media sosial, foto pribadi, dan profil singkat. Jangan lupa untuk menyertakan nomor rekening (beserta nama bank, nama KCP bank dan nama nasabah).
.
#indonesianvisualartarchive #ivaa #arsipivaa #dokumentasiivaa #archiveivaa #documentationivaa #senirupa #visualartarchive #arsipsenibudaya #arsipsenirupa #rumahivaa #anotherdemocracyispossible