FRAGMEN JEJAK Vol. 1: Buletin IVAA Dwi Bulanan | Januari-Februari 2020

Salam jumpa para pembaca sekalian!

Di awal tahun ini newsletter IVAA hadir beriringan dengan keriuhan-keriuhan situasi di sekitar kita. Mulai dari curah hujan yang ekstrim, berita banjir Jakarta yang tak ketinggalan deras, hingga geger omnibus law alias si UU sapujagad. 

Mulai dari awal tahun ini hingga beberapa edisi ke depan, rubrik Baca Arsip kami fungsikan sebagai ruang berbagi eksplorasi dari publik dalam bentuk tulisan esai. Tentu, eksplorasi yang kami maksud adalah pengetahuan-pengetahuan pengarsipan seni budaya yang sama sekali tidak tunggal, baik isu dan metodenya. Alih-alih merangkai jejak untuk memenuhi hasrat atas keutuhan peristiwa, membaca arsip justru akan membawa kita kepada sebaran fragmen pengetahuan; sebaran kemungkinan laku budaya. Maka dari itu, sedari edisi pembuka tahun 2020 hingga beberapa edisi ke depan, Newsletter IVAA akan bertajuk Fragmen Jejak.

Untuk edisi ini, melalui pengumuman undangan terbuka sejak 3 Februari 2020, tim redaksi menerima 10 tulisan yang begitu menarik. Dari kesepuluh tulisan tersebut, kami telah menyeleksi dan memutuskan untuk memuat tulisan dari Ibnu “BENU” Wibi Winarko. Karakter Baca Arsip sebagai rubrik pembacaan arsip cukup muncul dari tulisan Benu. Selain itu, telaah visual sebagai cara Benu untuk membicarakan topik yang sangat jarang didiskusikan, yakni buku sastra Jawa dalam konteks industri, menjadi poin menarik yang perlu digarisbawahi. 

Kolektor gambar umbul dan buku-buku novel berbahasa Jawa ini membagikan eksplorasinya melalui tulisan yang berjudul “TELAAH VISUAL: PERWAJAHAN BUKU SASTRA JAWA MODERN (GAGRAK ANYAR)-(Periode Awal 1900 hingga Roman Panglipur Wuyung)”. Beberapa wajah buku juga ia tampilkan sehingga makin lengkaplah tulisannya. Selain Baca Arsip, rubrik-rubrik lainnya tetap ada seperti sediakalanya. 

Selama Januari-Februari ini IVAA juga menerima hibah pustaka dari beberapa pihak. Empat buku dari Dewan Kesenian Jakarta, yakni Tilas Kritik: Kumpulan Tulisan Rumah Film 2007 – 2012; Rumpun dan Gagasan: Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa 1969 – 2019; Dari Pembantu Seni Lukis Kita: Bunga Rampai Tulisan Oei Sian Yok 1956 – 1961; dan Estetika Yang Merabunkan: Bunga Rampai Esai dan Kritik Seni Rupa (1969 -1992). Sebuah buku dari Miya Yoshida berjudul Towards (im) Measurability Of Art And Life. Lalu dua katalog dari Galeri R.J. Katamsi, yakni Pameran New Media Arts: On What dan We Go Where We Now. Dua buku dari National Gallery Singapore, yakni Modern Art Of Southeast Asia Introductions From A To Z dan Suddenly Turning Visible: Art and Architecture in Southeast Asia (1969-1989). Terakhir, sebuah buku dari Eko Nugroho berjudul Eko Nugroho Contaminated Complaints. 

Tidak lupa bahwa peran teman-teman magang, seperti Jati, Gagas, Ganesha, dan Prima “Tebo” begitu penting dalam pembuatan newsletter ini, baik kontribusi dokumentasi hingga tulisan. Semoga edisi kali ini dapat menjadi bacaan atau jeda yang tidak merugikan manakala pembaca sekalian sedang mengikuti perjalanan keriuhan-keriuhan awal tahun. 

Salam budaya!
Tim redaksi. 


I. Pengantar Redaksi
oleh Krisnawan Wisnu Adi

II. Kabar IVAA
Sorotan Dokumentasi
Oleh Santosa Werdoyo, Krisnawan Wisnu Adi, Yulius Pramana Jati, Prima Abadi Sulistyo, Gagas Dewantoro

Sorotan Pustaka
Oleh Ganesha Baja Utama, Yulius Pramana Jati, Prima Abadi Sulistyo, Gagas Dewantoro

Sorotan Arsip
Oleh Hardiwan Prayogo

III. Agenda RumahIVAA
oleh  Krisnawan Wisnu Adi, Ganesha Baja Utama

IV. Baca Arsip
oleh Ibnu “BENU” Wibi Winarko

Tim Redaksi Buletin IVAA Januari-Februrari 2020

Pemimpin Redaksi: Krisnawan Wisnu Adi
Redaktur Pelaksana: Krisnawan Wisnu Adi
Penyunting: Krisnawan Wisnu Adi, Hardiwan Prayogo
Penulis: Santosa Werdoyo, Hardiwan Prayogo, Krisnawan Wisnu Adi
Kontributor: Yulius Pramana Jati, Ganesha Baja Utama, Prima Abadi Sulistyo, Gagas Dewantoro, Ibnu “BENU” Wibi Winarko
Tata Letak & Distribusi: M Fachriza Ansyari