Resource Room IVAA – Pekan Budaya Difabel

Apakah ada ruang seni di Jogja yang aksesibel?
-Kopi Data Gula Arsip-

Kurangnya arsip dan dokumentasi seni yang berhubungan dengan difabilitas, menandakan bahwa kerja-kerja kesenian selama ini belum atau tidak pernah berhubungan dengan topik maupun praktek inklusivitas. Pertanyaan di judul proyek ini akan mengawali perenungan yang lebih jauh soal hubungan kesetaraan antar keduanya.

Kopi Data Gula Arsip adalah proyek kolaborasi antara Pararupa Jogja, Cupable-YAKKUM, dan Indonesian Visual Art Archive. Beberapa arsip kesenian yang beririsan dengan isu inklusivitas kami hidangkan dengan berbagai macam seduhan kopi. Arsip-arsip dari beberapa kawan ini menjadi secuil bagian dari konstruksi pengetahuan kita atas praktik seni yang beririsan dengan wacana normalitas. Selain itu, karya-karya dari teman-teman Pararupa Jogja turut hadir untuk mengintervensi wacana yang sungguh timpang tersebut.

Dalam konteks yang luas, ‘partisipasi’ sebagai sebuah peran istimewa mungkin menjadi titik balik pembicaraan soal inklusivitas. Akan tetapi, dalam konteks kesenian, hal yang paling mendasar pun sepertinya belum juga tuntas. Oleh karena itu, bersama Anang Saptoto (direktur artistik resource room “Kopi Data Gula Arsip”), pertanyaan dasar yang kami ajukan adalah, “Apakah ada ruang seni di Jogja yang aksesibel?”

Silahkan merenungkan pertanyaan itu sambil menikmati kopi gula arennya.

Resource Room IVAA
Pekan Budaya Difabel
Societet Taman Budaya Yogyakarta, 16-20 November 2019