Soembawa, 1900-1950: Arsip Foto Sebagai Sumber Penulisan Sejarah Lokal

Judul : Soembawa, 1900-1950: Arsip Foto Sebagai Sumber Penulisan Sejarah Lokal
Penulis : Yuli Andari Merdikaningtyas
Penerbit : CV. Esa Media Tama, bekerjasama dengan Sumbawa, dan didukung oleh Lembaga Adat Tana Samawa
Halaman dan Ukuran : 120 hlm; 13 x 20 cm

Resensi oleh : Santosa Werdoyo

Buku ini ditulis berdasarkan foto-foto yang dimiliki keluarga Sultan Muhammad Kaharuddin III di Bala Kuning (1931-1952).  Komunitas Sumbawa Cinema Society dan KITLV Digital Image Library adalah pihak yang mengoleksi katalog foto-foto tersebut. Dari dua sumber arsip foto yang berbeda, digunakan dua perspektif untuk meresponnya. Untuk sumber arsip foto pertama kacamata orang Eropa yang melihat dan mengimajinasikan Sumbawa sebagai tempat tinggal di Hindia Belanda menjadi perspektif yang digunakan. Sedangkan untuk sumber arsip kedua, perspektif yang digunakan lebih untuk membaca representasi Indonesia. Seleksi foto dilakukan dengan memilah foto-foto berangka tahun yang sama dengan sumber pertama.

Mengacu pada metodologi disiplin sejarah, posisi arsip dilihat sebagai sumber sejarah yang menempati kedudukan  tertinggi dibandingkan dengan sumber sejarah lainnya, atau dapat dikatakan sebagai sumber sejarah primer. Dalam pengantar buku ini,  disampaikan bahwa penulisan sejarah lokal sangat kering karena jauh dari pusat kekuasaan. Juga, tidak banyak yang berminat menulis sejarah lokal. Selanjutnya, pembicaraan tentang sejarah lokal Sumbawa yang bersumber dari foto dibicarakan di halaman 34 dengan berdirinya studio foto Sinar di Kota Sumbawa Besar. Tentu, untuk mampu membaca arsip foto, kita memerlukan konteks. Oleh karena itu,  diperlukan sumber-sumber lain, seperti teks foto, catatan harian penulis, maupun arsip lain yang mendukung dan relevan dengan arsip foto yang dimaksud.

Dalam halaman-halaman terakhir, foto-foto bernarasi dipaparkan. Foto-foto itu banyak tentang keluarga, pejabat-pejabat pemerintahan Belanda dan Kerajaan Sumbawa, dan sebuah perayaan maupun aktivitas yang diselenggarakan oleh kerajaan.

Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi November-Desember 2018.