Lukisan Basoeki Abdullah: Perjuangan, Sosial dan Kemanusiaan

Judul : Lukisan Basoeki Abdullah: Perjuangan, Sosial dan Kemanusiaan
Penyusun : Agus Aris Munandar, Joko Madsono, Aris Ibnu Darodjad, Irna Trilestari, Linda Sunarti, dan Budi Eriyoko
Penerbit : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Basoeki Abdullah

Resensi oleh : Santosa Werdoyo

Buku ini merupakan salah satu kajian tentang karya lukis Basoeki Abdullah yang dilakukan oleh Museum Basoeki Abdullah. Dengan berangkat dari tema-tema lukisan Basoeki Abdullah secara berkesinambungan pada 2009, kajian pertama diterbitkan dengan judul Lukisan Basoeki Abdullah: Tema Dongeng, Legenda, Mitos, dan Tokoh Kajian. Kajian kedua, pada 2011, berjudul Lukisan Potret Basoeki Abdullah. Sedangkan kajian ketiga, dituangkan ke dalam buku pada 2018, bertema Perjuangan Bangsa, Kehidupan Sosial dan Kemanusiaan.

Secara singkat, buku ini terdiri atas dua bagian. Pertama, lebih kepada penjelasan soal kerangka dan metode-metode kajian. Selanjutnya, baru mengulas soal tema yang dikaji beserta objek lukisan-lukisan Basoeki Abdullah, baik yang disimpan di museum, perorangan, ataupun tempat lain yang masih berada di Indonesia.

Dalam buku ini lukisan-lukisan yang dikaji telah dikumpulkan dan dikelompokkan secara tematis, disertai tabel beserta deskripsi lukisan. Dari ketiga tema yang disuguhkan, untuk tema Perjuangan terdapat 7 lukisan dengan 2 peristiwa yang digambarkan yaitu 4 Gerakan Non Blok dan 2 Sketsa Revolusi. Untuk tema Sosial dan Kemanusiaan terdapat 16 lukisan, antara lain lukisan aktifitas di sawah, di pasar, di pelabuhan, figur nenek dan monyet, dan figur anak. Selain itu, beberapa lukisan karya Basoeki Abdullah juga dibandingkan dengan lukisan-lukisan karya pelukis lain dengan kriteria kesamaan objek yang digambar.

Penutup dalam buku ini berisi kesimpulan dari bab-bab yang dijelaskan sebelumnya, bahwa lukisan-lukisan Basoeki Abdullah cenderung realis. Dengan tidak melepaskan unsur keindahan dalam objek yang dilukis, pada perbandingan karya lukis Basoeki Abdulah dengan Dullah, Henk Ngantung, dan Rustamaji, hakekatnya adalah sama; bahwa lukisan mereka itu menyampaikan peristiwa sejarah dan visualisasi keadaan sosial.

Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi November-Desember 2018.