#SOROTANPUSTAKA SEPTEMBER-OKTOBER 2018

Oleh: Santosa

Pengunjung perpustakaan memiliki kecenderungannya membaca bahan pustaka yang masih beragam, keragaman tersebut antara lain: seni di ruang publik, hukum berkenaan dengan hak cipta dari produk seni, pemikiran Marxis di Asia Tenggara dengan penekanan pada Indonesia khususnya di sekitar rentang waktu 1965, maupun penelitian tentang seniman seperti Trubus Sudarsono hingga Ugo Untoro. Sumber-sumber pustaka ini dijadikan bahan penulisan, baik untuk skripsi dan  tesis.

Dalam aktivitas input buku baru, telah dimasukkan metadata ke Senayan Library Manajemen Sistem (SLiMS) dengan dibantu  oleh 2 kawan magang. Satu berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta dan satu dari Sanata Dharma Yogyakarta. Baik pustaka baru maupun pustaka lama yang telah diinput sepanjang bulan Agustus – September 2018   yaitu: 35 Majalah, 47 Katalog, 40 Buku, 7 Komik, dan 1 Skripsi. Dalam tambahan pustaka baru kali ini ada 8 yang akan diulas, mereka adalah Nakal Harus Goblok Jangan, Politik Tanpa Dokumen, Pada Sebuah Kapal Buku, Semesta Dibalik Punggung Buku, Konferensi Asia Afrika 1955, Becoming 20 Tahun Galang Kangin, Begitu ya Begitu Tapi Mbok Jangan Begitu, Bergerak dari Pinggir.

Artikel ini merupakan pengantar rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi September-Oktober 2018.