Becoming; 20 Tahun Galang Kangin

Oleh Senjang Martani  (Kawan Magang IVAA)

Judul Buku   : Becoming; 20 Tahun Galang Kangin
Editor              : Hardiman, Wayan Setem
Tahun               : 2018
Penerbit         : Arti Foundation [Buku Arti]
No . Panggil  : Becoming; 20 Tahun Galang Kangin

Becoming 20 Tahun Galang Kangin, merupakan kumpulan tulisan yang membahas tentang kelompok perupa Bali Galang Kangin (GK). Berisi kumpulan tulisan dari kuratorial pameran, media cetak, serta testimoni (seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat) terhadap fenomena yang muncul terkait perjalanan GK. Selain membahas dalam persoalan artistik, kreativitas, dan profil anggotanya, buku ini juga membicarakan berbagai aktivitas dan kreativitas seni yang dikaitkan dengan masalah-masalah sosio-kultural dan politik.

Ada semacam kekuasaan yang bermain dalam penciptaan buku. GK sangat memahami betapa pentingnya seorang seniman atau kelompoknya mengarsipkan perjalanan kesenian, pemikiran, dan catatan ihwal eksistensinya. Pun sebagai bahan kajian, buku ini bisa sangat membantu untuk melihat bagaimana perkembangan seni rupa Bali melalui sepak terjang GK.

Melalui karya-karya dalam pameran yang sudah sekian kali pernah GK selenggarakan, ada beberapa hal yang dapat dicatat. Bahwa pada periode tertentu GK pernah sangat dekat dengan kecenderungan karya-karya formalistik. Fase ini muncul di masa awal  eksplorasi visual GK. Dalam fase berikutnya, sejarah mengantar ke arah lain, dengan karya-karya yang mencoba keluar dari batas-batas medium mereka selama ini. Eksplorasi pada wilayah karya-karya instalasi/ tiga dimensi pernah hadir mewarnai dinamika pergulatan GK.

Secara teknis, layout buku ini sangat kaku (lebih mirip layout jurnal), buku ini menuntut kesabaran mata untuk membacanya. Kumpulan tulisan kuratorial dan media cetak dalam buku ini memang tidak diedit. Maka tidak heran jika ditemukan banyak kesalahan pengetikan.

Bagian lain dari buku ini adalah perihal siapa saja individu dalam tubuh GK. ini menarik karena tidak hanya pembaca dapat menelusuri perjalan setiap seniman, juga menjadi bagian penting dalam metodologi penelitian kesenian. Tak kalah pentingnya adalah teks visual dalam bab terakhir buku ini. Gambar tentang aktivitas dan karya seniman GK ditampilkan sebagai alat-alat baca. Karena gambar atau foto hakikatnya juga teks yang melahirkan keterbacaan, semacam kombinasi pemantik yang menarik dalam proses pembacaannya.

Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi September-Oktober 2018.