#Sorotanpustaka Mei-Juni 2018

Oleh: Santosa

IVAA sebagai perpustakaan alternatif, mempunyai koleksi katalog pameran seni yang dihimpun sejak IVAA berdiri tahun 1995 dengan nama Yayasan Seni Cemeti (YSC). Katalog–katalog tersebut ditata dan disimpan dalam 4 rak dengan jumlah katalog pameran seni 7237, seluruhnya bisa diakses oleh publik dan ditelusuri di http://library.ivaa-online.org/index.php. Katalog – Katalog tersebut berasal dari kontribusi individu maupun pameran. Terdiri dari katalog pameran tunggal maupun pameran bersama yang diselenggarakan di dalam negeri maupun luar negeri. Meski demikian, koleksi katalog pameran yang dikoleksi IVAA masih didominasi katalog pameran yang berlangsung di sekitar pulau Jawa terutama Yogyakarta mengingat lokasi dan keterbatasan jangkauan IVAA.

Sementara basis data yang dimiliki IVAA juga telah dibaca dan dijadikan katalog, dihimpun pada tahun 2011 dalam buku Seri Katalog Data IVAA yang terdiri dari  4 tema, yaitu Rupa Tubuh: Wacana Gender Dalam Seni Rupa Indonesia (1942 – 2011), Reka Alam: Praktek Seni Visual Dan Isu Lingkungan Indonesia Dari Mooi Indie Hingga Reformasi, Kolektif Kreatif: Dinamika Seni Rupa Dalam Perkembangan Kerja Bersama Gagasan Dan Ekonomi (Kreatif) (1938-2011), Interkultur: Pengolahan Gagasan dan Ekspresi Seni Visual serta Media Alternatif dalam Konteks Keragaman (1935 – 2011). Sedangkan tahun 2017 IVAA juga menerbitkan buku Katalog Data IVAA: Seni, Aksi Dan Jogja Sebagai Ruang Urban dirangkai dan dikumpulkan dari berbagai peristiwa seni dan budaya atau yang berkaitan dengannya, yang mengiringi perubahan dan pergeseran arah gerak Yogyakarta sebagai ruang urban pasca-1998. Secara sengaja, beberapa peristiwa yang terhimpun tidak melulu peristiwa yang sudah begitu saja diterima sebagai peristiwa seni visual. Tema-tema ini dibingkai dalam katalog data IVAA sebagai produk pengetahuan kerja dokumentasi IVAA, lebih lanjut sebagai upaya pengembangan wacana pengetahuan dan pemantik untuk penelitian kedepan.

Newsletter edisi kali ini mengulas dua buku, pertama Sebab Jalan Belum Berujung Proses Kreatif Melupa Ugo Untoro, yang ditulis oleh OPée Wardany dan Seni Manubilis: Semsar Siahaan 1952 – 2005. Karena pembahasan di kedua buku tersebut berada pada kisaran dua nama seniman, yakni Ugo Untoro dan Semsar Siahaan, kami kemudian membuka koleksi yang juga terkait dengan kedua nama itu, beberapa diantaranya ialah: Ugo Untoro Menggugat… Sisipus tertawa, Papers and Ugo Untoro, Ugo Untoro My Lonely Riot, Sciascia|Untoro, Solo Show By Ugo Untoro, Melupa, Passage Ugo Untoro: Retropective Exhibition, Corat – Coret 91 – 95. Sedangkan yang berkenaan dengan Semsar Siahaan perpustakaan IVAA juga mempunyai antara lain: Semsar Siahaan: Art Liberation dan beberapa katalog pameran kelompok. Selain kedua buku tersebut, satu koleksi baru yang diulas pada edisi ini ialah Tesis berjudul Sketsa sebagai Proses Kreatif dalam Seni Lukis: Kajian Sketsa dalam Estetika Deleuzian, yang ditulis oleh Stanislaus Yangni dalam menuntaskan kuliahnya di Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi Mei-Juni 2018.