[sorotan pustaka] Andy Warhol; Andy Warhol, The King of Pop Art

Penulis : Florentia Senojati
Penerbit : Tomato Books
Tebal : XVII + 337 Hal.
Ukuran : 13 x 19 cm

Oleh Diatami Muftiarini (Kawan Magang IVAA)

Buku Andy Warhol, The King of Pop Art ditulis oleh Florentia Senojati, merupakan biografi Andy Warhola—kemudian lebih dikenal Andy Warhol–yang dimulai dari lingkungan masa kecil di Pittsburgh sampai gemerlap kehidupan glamor di New York. Dalam 16 BAB, buku ini bercerita tentang fragmen-fragmen sepanjang hidup Warhol yang sangat tertutup, bahkan dari orang-orang terdekatnya. Penulis mengumpulkan data dari berbagai publikasi di media massa. Jejak-jejak Warhol tersebut dikumpul dan disusun, kemudian paling tidak memberi sekelebat informasi mengenai kehidupan dingin Warhol, dari perihal seksualitas, musik, film, politik, dan tentu saja seni rupa.

Warhol dikenal sebagai seorang seniman jenius dan ikon dari gerakan Pop Art yang mendobrak perspektif seni rupa pada tahun 1960. Jika pada tahun ’60-an seni rupa memiliki citra serius dan eksklusif, oleh Warhol seni rupa diubah menjadi barang yang dapat diproduksi massal, seperti mesin, dengan teknik blotted line (sablon). Ia menyalin desain-desain sampul produk sehari-hari yang biasa ditemukan di supermarket, baliho di sepanjang jalan, atau potret selebritas yang muncul setiap hari di media massa. Campbell Soup Cans, Coca Cola, potret Marilyn Monroe, dan Elvis Parsley adalah segelintir dari karya-karyanya yang dipamerkan dan melejit pada tahun tersebut.

Karya Warhol yang dinilai ‘dangkal’ dan sederhana oleh banyak seniman dan kritikus, sejatinya menyimpan banyak suara kritis yang ditujukan pada budaya kapitalisme dan konsumerisme di Amerika saat itu. Pola repetisi yang digunakan Warhol dalam karya-karyanya mengingatkan kita pada citra yang terpapar lewat konsumsi media massa sehari-hari. Konten media massa yang sepanjang hari ditujukan pada kita, biasanya hanya menampilkan beberapa pilihan realita yang serupa. Sehingga kerapkali, produk media massa kehilangan makna realita itu sendiri.

Gerakan Pop Art yang dipelopori oleh Warhol pada tahun produktifnya sepanjang 1960-1970 berhasil meruntuhkan dikotomi antara high-art dan low-art, meruntuhkan anggapan bahwa karya seni diperuntukan hanya untuk kalangan elit dan eksklusif. Dengan begitu, penting rasanya untuk memahami Andy Warhol sebagai seniman Pop Art yang berpengaruh dalam sejarah seni dunia.

Artikel ini merupakan bagian dari Rubrik Sorotan Pustaka dalam Buletin IVAA Dwi Bulanan edisi Maret-April 2018.