Buletin IVAA Dwi Bulanan | Maret-April 2017

Ilustrasi GIF oleh Irindhita “Ayash” Laras Putri

Pengantar Redaksi
Buletin IVAA Dwi Bulanan Edisi Maret-April 2017

Yogyakarta dan Dinamika Ruang Perupa

Pembaca yang budiman, buletin dwi bulanan IVAA kali ini menyapa kita semua dengan beberapa ulasan serta laporan yang merekam berbagai gelaran seni rupa di sekitar kita.

Ulasan yang hadir melalui Rubrik Baca Arsip di edisi ini mengetengahkan soal dinamika ruang seni, terutama yang diinisiasi oleh para perupa. Penelusuran yang dilakukan oleh tim riset IVAA diawali dengan berbagai rasa penasaran, seperti; kaitan perkembangan ruang dan gejolak pasar (boom pasar lukisan), perluasan pasar hingga ke ruang individu, juga soal pengelolaan ruang, kebutuhan publik dan perluasan kawasan yang disebut ‘kota’. Di kisaran itulah percakapan-percakapan bergulir dengan para pemilik ruang yang secara khusus didatangi oleh tim riset. Selain hadir melalui ulasan dalam buletin ini, berbagai jejak yang menunjukkan dinamika ruang seni rupa di kota Yogyakarta ini juga dihadirkan melalui pameran sederhana yang setiap dua bulan menyertai munculnya buletin ini, yakni Archive Showcase yang digelar di salah satu pojok di RumahIVAA.

Selain ulasan, beberapa laporan dari ‘lapangan’ juga sudah kami siapkan. Kehadiran beberapa teman yang magang di IVAA beberapa minggu ini banyak menghadirkan warna dan nuansa baru, seperti yang bisa kita nikmati dalam tulisan-tulisannya. Kehadiran energi-energi baru ini ternyata juga memancing kami untuk menggulirkan sebuah program baru, Musrary (Music from the Library), sebuah ruang apresiasi sederhana yang digagas oleh Dwi Rachmanto, yang harapannya, kelak akan menjadi embrio dari gerakan pengarsipan skena musik indie di kota ini.

Sementara itu, ada kabar menarik juga dari kamar kerja pengarsipan yang selama ini dianggap senyap. Arsip dari Seniwati Gallery (Bali) yang disumbangkan oleh Mary Northmore juga kini sudah mulai bisa diakses oleh publik. Seluruh arsip tersebut telah melalui serangkaian proses, hingga kini selesai kami pindai dan daftarnya juga bisa diakses oleh publik.

Kehadiran buletin di edisi ini juga tidak akan lengkap tanpa mengabarkan dinamika persiapan Festival Arsip yang tengah kami lakukan. Program terdekatnya ialah workshop pengarsipan dan penulisan yang akan dilakukan bersama 15 teman-teman yang telah mendaftar dan lolos seleksi.

Akhir kata, selamat membaca!

Pemimpin Redaksi


I. Baca Arsip

Perupa dan Ruangnya di Jogja Setelah Boom Pasar Lukisan 2008
Oleh: Pitra Hutomo

II. Kabar IVAA

Sorotan Dokumentasi
⦁ Made in Prison: Berkarya Dalam Penjara? Pasti Bisa!
⦁ Muara Market, Kanal Baru Pemasaran Produk Seni di Solo
⦁ “Pameran Pra Biennale” Biennale Jogja XIV Equator #4: Mengintip Hubungan Intim Dua Negara Padat Populasi
⦁ Menjaring Kesan, Merakit Tema: Metode Kuratorial Biennale Jogja XIV Equator #4
⦁ Dramaturgi Ruang Pamer Biennale Jogja XIV Equator #4
Bloom in Diversity: Orkestrasi Rintisan Identitas Baru

Sorotan Arsip
Menyimpan Apa yang Ditinggalkan Seniwati Gallery

Sorotan Pustaka
⦁ Identity Crisis: Reflections on Public and Private Life in Contemporary Javanese
⦁ Ace House Collective Workbook
⦁ Pengorganisasian Rakyat dan Hal-hal yang Belum Selesai: Belajar Bersama Arkom Jogja

Agenda RumahIVAA
⦁ Seni, Bali, dan Identitas Etnis
⦁Archive Showcase: Dinamika Ruang Seni Jogja setelah Boom Pasar Lukisan 2008
⦁ Terasiring: Bercerita Tentang Kerinduan dan Kenangan

Pengumuman Kantor
Program Magang Perpustakaan IVAA 2017

III. FestSip! “Kuasa Ingatan”

Usaha Menjaring Pengarsip dan Penulis Muda
Oleh: Sita Magfira


Tim Redaksi Buletin IVAA Maret-April 2017

Pemimpin Redaksi: Lisistrata Lusandiana ⚫ Redaktur Pelaksana: Sukma Smita ⚫ Penyunting: Melisa Angela, Lisistrata Lusandiana ⚫ Riset: Pitra Hutomo, Tiatira Saputri ⚫ Penulis: Dwi Rahmanto, Putri Alit Mranani, Sukma Smita, Pitra Hutomo, Melisa Angela, Lisistrata  ⚫ Kontributor: Sita Magfira, Annisa Rachmatika, Grace Ayu, David Ganap, Wibi Palgunadi, Hertiti Titis ⚫ Ilustrasi Sampul: Irindhita ‘Ayash’ Laras Putri ⚫ Tata letak & Distribusi: Tiatira Saputri, Putri Alit Mranani