Terasiring: Bercerita Tentang Kerinduan dan Kenangan

Oleh: Grace Ayu Permono Putri

Rarya Lakshito (selo) dan Ringga Ferdian (vokalis dan gitar) adalah duo akustik yang menamai diri mereka ‘Terasering.’ Terasering sendiri adalah proyek musik yang dibuat di tahun 2016 dan akan segera merilis mini album. Pada 24 Maret lalu Terasering membawakan 9 buah lagu dalam pertunjukan mini yang digelar oleh IVAA dan sekaligus menjadi awalan program rutin Musrary. Diselingi dengan obrolan ringan dan kuis kecil-kecilan, acara tersebut berlangsung meriah dengan penonton yang memadati ruang pertemuan IVAA sejak pukul 19.00 hingga 21.00.

Sembilan lagu dibawakan dengan apik oleh Rarya dan Ringga dalam beberapa sesi. Diawali dengan 4 lagu pertama, yaitu Kawa, Fatamorgana, Lighthouse Man, dan Terimakasih. Lalu sesi kedua dibawakan 4 buah lagu dengan judul Sweet Afternoon, Catatan Perpisahan, Serumah, serta Air Mata Juli. Sementara di sesi terakhir ditutup dengan Suara Kerinduan.

Melalui program Musrary yang rencananya akan dihelat sebulan sekali ini, IVAA menekankan fungsi ruangnya sebagai ruang apresiasi. Walaupun sehari-harinya IVAA digunakan sebagai ruang kerja, ruang penyimpanan arsip seni rupa, dan perpustakaan publik, namun sebetulnya ruang IVAA tidak tertutup untuk aneka kegiatan yang bersifat ringan, menghibur, namun sesungguhnya merupakan hasil kebudayaan anak muda Indonesia sekarang yang berkualitas. Selain sebagai ruang apresiasi, harapan Musrary cukup sederhana, yakni menyediakan ruang temu antar pegiat musik, yang saling memotivasi dan menghidupkan inspirasi.

|klik disini untuk melihat dokumentasi foto dan video|


Artikel ini merupakan bagian dari rubrik Agenda RumahIVAA dalam Buletin IVAA Maret-April 2017.