#SorotanArsip Menyimpan Apa yang Ditinggalkan Seniwati Gallery

Oleh: Putri Alit Mranani

Tahun 2012 lalu, atas undangan Mary Northmore tim arsip IVAA bertandang ke Seniwati Gallery yang terletak di Jalan Sriwedari 2B, Banjar Taman, Ubud. Atas berbagai pertimbangan Mary Northmore akan menutup Seniwati Gallery. Oleh sebab itu beliau menawarkan arsipnya untuk dialihformatkan IVAA menjadi arsip digital dan disimpan.

Seniwati Gallery merupakan galeri satu-satunya di Bali yang memberi tempat untuk seniman perempuan berkarya. Mulai beroperasi pada tahun 1991, Mary Northmore menginisiasi berdirinya Seniwati Gallery yang ditujukan untuk pelatihan seni dan ruang pamer seniman perempuan yang tinggal di Bali. Sebelum pulang ke negaranya untuk beberapa waktu pada tahun 2012, Mary Northmore memutuskan untuk tidak meneruskan operasional ruang Seniwati Gallery. 21 tahun mengelola Seniwati Gallery bukan waktu sebentar, telah banyak seniman perempuan Bali yang belajar melukis di sini hingga menjadi seniman perempuan yang mewarnai dinamika seni rupa Indonesia, I GAK Murniasih salah satunya. Mendiang dulunya adalah salah satu remaja peserta pelatihan melukis Seniwati Gallery yang memiliki bakat orisinal hingga di kemudian hari karya-karyanya dikenal di kancah internasional. Setelah menutup Seniwati Gallery, Mary Northmore memutuskan energinya yang tidak sebanyak dulu akan difokuskan untuk kehidupan pribadinya sambil mengelola arsip kekaryaan milik almarhum suaminya yang merupakan seniman Indonesia dari era revolusi, Abdul Aziz. Namun demikian beberapa kegiatan yang dulunya menjadi program Seniwati Gallery seperti kursus melukis untuk perempuan dan anak-anak tetap diteruskan oleh Ni Nyoman Sani, salah satu seniman perempuan yang dahulu pernah bertumbuh bersama Seniwati Gallery.

Arsip Seniwati Gallery yang disumbangkan oleh Mary Northmore terdiri dari kumpulan album foto dan katalog. Arsip foto di sini merupakan foto dokumentasi pameran yang pernah mereka selenggarakan dan foto-foto karya yang dipamerkan. Beberapa foto karya seniman yang ditemui adalah karya oleh Amilia Amini, Cok Mas Astiti, Gusti Ayu Suartini, Sri Haryani, Muntiana Tedja, Ni Made Sriasih. Sedangkan katalog pameran yang menjadi arsip di Seniwati Gallery antara lain Katalog Pameran “Life Style”, Katalog “Great Painters of Indonesia” (Pameran Pelukis Besar Indonesia), Katalog pameran “Fantasi Tubuh” oleh I GAK Munarsih. Selain itu terdapat juga laporan penelitian oleh Tjok Istri Mas Astiti dan beberapa artikel surat kabar.

Seluruh arsip yang disumbangkan oleh Seniwati Gallery telah selesai kami pindai. Daftar inventaris arsip dari Seniwati Gallery yang terdiri dari 1.482 berkas digital dapat dilihat di dalam tabel berikut ini: http://bit.ly/2oMKpph


Artikel ini merupakan rubrik Sorotan Arsip dalam Buletin IVAA Maret-April 2017.